GARUT – Status Tanggap Darurat (TD) Bencana di Kabupaten Garut yang awalnya dari tanggal 16 Mei hingga 22 Mei 2026 kini sudah berakhir artinya tidak ada perpanjangan waktu, dikarenakan pengerjaan pasca bencana sudah rampung.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Aah Anwar, Saefulloh.
Aah menjelaskan, bahwa fakta dilapangan saat ini masih terjadi hujan, meskipun BMKG pernah memprediksi cuaca memasuki peralihan dari musim hujan ke kemarau.
Baca Juga:Keracunan MBG Kembali Terjadi Di Kadungora, Bupati Garut Minta SPPG Diedukasi BerkalaBupati Garut Pertimbangkan Usulan Gubernur Jabar Pengalihan Status Jalan Kabupaten Ke Provinsi
“Ya intinya itu kan dari edaran BMKG ya. Edaran dari BMKG sebagai perkiraan cuaca, tapi kan Allah yang menentukan,” ujarnya saat diwawancarai di Lapangan Setda Garut, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menyebutkan, perkiraan dari BMKG untuk musim hujan hingga 30 April, meskipun ada kabar akan datangnya siklus El Nino.
“Intinya perkiraan BMKG ini sampai 30 April hujan, selanjutnya dari ada siklus Elino ya, tapi Elinonya ya belum, kayaknya kita masih dalam hujan, tapi mungkin di akhir-akhir,” sebutnya.
Himbauan Bencana Dari BPBD Garut Menjelang Libur Idul Adha 1447 H
Selain itu, Aah pun mengimbau kepada masyarakat jelang libur Idul Adha 1447 H agar selalu waspada, dan memperhatikan cuaca serta menjaga lingkungan.
“Oh iya, intinya mudah-mudahan ini tidak hujan, tidak seperti yang sebelumnya dalam kondisi curah hujan tinggi ya, dan untuk pada warga untuk berkaitan dengan Idul Adha ya hati-hati saja, terutama jaga lingkungan,” imbaunya.
Ia menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan bersama SKPD terkait untuk menghadapi musim kemarau mendatang.
“Kalau kemarin ya intinya kita sudah bersama-sama dengan dinas yang lain untuk menyiapkan sumber mata air, terus membuat embung air, terus menyiapkan tentang pengairan di masing-masing lingkungan,” tambahnya. (*)
