GARUT – Program penjualan paket sembako murah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang dititipkan di Kantor Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, belum seluruhnya terserap warga.
Hingga Minggu, 24 Mei 2026, masih tersisa sekitar 40 paket sembako yang belum terjual.
Sekretaris Desa Cibatu, Endang Suryana, mengatakan paket sembako murah tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, tepung terigu, minyak goreng dan bahan kebutuhan lainnya.
Baca Juga:Miris! Satu Ruang Kelas di SDN 4 Majasari Garut Terancam RobohAPBN Kita Support Kemandirian Narapidana di Lapas Garut
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.
“Paket sembako murah itu terdiri dari beras, terigu, minyak goreng dan lainnya. Bila beli di pasar selisih harganya Rp20.000. Artinya lebih murah,” ujar Endang Suryana.
Menurutnya, harga satu paket sembako ditetapkan sebesar Rp126.000. Warga yang ingin membeli diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP sebagai syarat pembelian. Hingga saat ini, sebanyak 100 paket telah berhasil terjual kepada warga Desa Cibatu.
Sementara itu, sisa paket sembako yang belum terjual masih menunggu minat masyarakat. Pemerintah desa berharap seluruh paket yang tersisa dapat habis terjual pada Senin, 25 Mei 2026.
Untuk menjaga kelancaran penjualan, perangkat desa tetap ditugaskan menjaga dan mengawasi paket sembako meski berlangsung pada hari libur.
Langkah tersebut dilakukan agar distribusi sembako murah tetap berjalan dan dapat dimanfaatkan warga yang membutuhkan.
Endang menjelaskan, pada awalnya penjualan paket sembako murah dilakukan melalui masing-masing Ketua RW di Desa Cibatu. Setiap RW diberi kesempatan membeli hingga 10 paket sembako untuk disalurkan kepada warga di lingkungannya.
Baca Juga:Ridefun Sewa Motor Garut Perkuat Posisi Menjadi Salah Satu Rental Motor Terbesar di Priangan TimurGuru Beberkan Dugaan Keracunan MBG, Senjumlah Siswa Hingga Kini Masih Dilarikan ke PKM Kadungora
Namun dalam pelaksanaannya, kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu kendala sehingga sebagian warga belum memiliki kesiapan dana untuk membeli paket sembako murah tersebut.(Pepen Apendi)
