GARUT – Kondisi bangunan di SDN 4 Majasari, Kecamatan Cibiuk, Garut, memprihatinkan. Salah satu ruangan kelas di sekolah tersebut kini terancam ambruk karena bagian atap dan langit-langit bangunan sudah tampak miring dan mengalami kerusakan cukup parah.
Demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan, pihak sekolah memutuskan mengosongkan ruangan tersebut dari aktivitas belajar mengajar.
Kondisi bangunan yang semakin rapuh membuat guru dan pihak sekolah harus ekstra waspada.
Baca Juga:APBN Kita Support Kemandirian Narapidana di Lapas GarutRidefun Sewa Motor Garut Perkuat Posisi Menjadi Salah Satu Rental Motor Terbesar di Priangan Timur
Kepala SDN 4 Majasari, Dede Nuraeni, mengatakan ruangan kelas yang rusak itu sementara tidak digunakan untuk kegiatan belajar siswa. Ruangan hanya dipakai dalam kondisi tertentu dan tetap dengan kewaspadaan tinggi.
“Satu ruangan kelas yang terancam ambruk, dikosongkan. Bila tak hujan, digunakan tempat istirahat guru dan kepala sekolah. Itu pun harus tetap waspada,” kata Dede Nuraeni.
Ia menjelaskan, ruangan yang kini terancam ambruk tersebut merupakan sisa dari bangunan yang sebelumnya sudah mengalami keruntuhan.
Sekitar delapan bulan lalu, satu ruangan kelas dan satu ruangan kantor di sekolah itu ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah rusak berat.
Pihak sekolah, lanjutnya, telah beberapa kali mengajukan usulan serta permohonan bantuan pembangunan ruang kelas baru kepada pihak terkait. Namun hingga kini, sekolah masih menunggu realisasi bantuan tersebut.
Di tengah keterbatasan fasilitas, kegiatan sekolah tetap berjalan. Pada Sabtu dan Minggu, ruangan yang terancam ambruk sempat digunakan sebagai tempat beristirahat Roman, aktivis Pramuka yang membantu kegiatan perkemahan dan pelantikan 15 penggalang SDN 4 Majasari.
Sementara itu, kegiatan perkemahan dan pelantikan tetap dilaksanakan di ruangan kelas lain yang dinilai masih aman digunakan. Pihak sekolah memastikan kenyamanan dan keamanan peserta kegiatan tetap terjaga selama acara berlangsung.(Pepen Apendi)
