Presiden RI Akui MBG Banyak Kekurangan, Lebih Dari 3.000 Gerai Mitra MBG Ditutup

cara mengajukan mitra daput mbg
Berikut adalah cara bergabung dengan mitra daput MBG, cek detailnnya di artikel ini. Foto: Antara/Muhammad Adimaja - RadarGarut.id
0 Komentar

RADARGARUT– Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), masih menghadapi berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat pidato di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” tegasnya,

Baca Juga:Prabowo Tunjuk Warga Negara Australia Jadi Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya IndonesiaSopir Taksi Green SM Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Bekasi

Pengakuan ini menjadi sorotan publik karena MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Program ini diharapkan dapat mengatasi masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia yang selama ini menjadi tantangan nasional.Menurut Prabowo, penutupan ribuan dapur tersebut dilakukan sebagai bentuk penertiban dan perbaikan kualitas.

Beberapa dapur ditutup karena tidak memenuhi standar hygiene, kualitas bahan makanan yang kurang baik, masalah distribusi, hingga kendala teknis operasional. Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir penyimpangan dalam program yang sangat strategis ini.

“Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota DPR, bupati di mana-mana, silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai, laporkan segera, akan kita segera tindak,” tegasnya.

Prabowo menambahkan bahwa tidak boleh ada pihak yang mengurus program penting ini secara tidak benar.

Skala dan Capaian Program MBG Saat Ini

Meski diakui masih memiliki banyak kekurangan, program MBG telah menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, program ini telah menjangkau lebih dari 62,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Ribuan dapur umum telah dibangun di berbagai daerah, mulai dari pusat kota hingga pelosok desa, untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat dilakukan secara merata.Namun, tantangan operasional memang tidak sedikit.

Baca Juga:KNKT Ungkap Detik-detik Kritis Sebelum Tabrakan Maut Kereta di Bekasi TimurePolres Garut Ajak Masyarakat Garut Konvoi dan Nobar Persib Tertib di SOR Ciateur

Beberapa laporan di lapangan menyebutkan adanya kendala seperti keterlambatan pasokan bahan baku, kualitas masakan yang belum seragam, serta koordinasi antar-pemangku kepentingan yang masih perlu ditingkatkan.

Penutupan lebih dari 3.000 dapur menjadi bukti konkret bahwa pemerintah sedang melakukan evaluasi berkelanjutan dan tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas.

0 Komentar