RADARGARUT – Di tengah upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia, muncul nama yang cukup mengejutkan sebagai pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor ekspor.
Luke Thomas Mahony, seorang warga negara Australia yang berdomisili di Jakarta, ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengonsolidasikan ekspor komoditas strategis nasional.
PT DSI resmi dibentuk sebagai BUMN tunggal yang bertugas mengelola ekspor komoditas unggulan Indonesia. Pada tahap awal, fokus utama perusahaan ini adalah kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferroalloys).
Baca Juga:Rupiah Masih Menunjukkan Tren Pelemahan di Angka Rp17.655 per Dolar ASDaftar 14 Kode Redeem FF Terbaru 21 Mei 2026, Klaim Skin Senjata dan Diamond Gratis Sekarang
Kebijakan ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026, dengan tujuan meningkatkan kendali negara atas nilai tambah SDA, mengurangi kebocoran devisa, serta memastikan transparansi dan efisiensi dalam perdagangan internasional.
Menurut rencana, PT DSI tidak akan langsung menjadi eksportir tunggal. Proses transisi dibagi menjadi dua tahap.
Tahap I (transisi) berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, di mana pengalihan ekspor secara bertahap dilakukan.
Kemudian, Tahap II (implementasi penuh) dimulai 1 September 2026, di mana PT DSI diharapkan sepenuhnya mengambil alih peran sebagai pengekspor tunggal komoditas strategis tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Siapa Luke Thomas Mahony?
Luke Thomas Mahony bukanlah sosok baru di industri pertambangan dan sumber daya alam Indonesia. Sebelum ditunjuk memimpin PT DSI, ia menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization di Danantara Indonesia sejak September 2025.
Pengalamannya yang panjang di sektor tambang membuatnya dianggap kompeten untuk memimpin entitas strategis ini.
Baca Juga:Pemerintah Arab Berangkatkan 42 WNI Haji Gratis Tanpa AntriLink dan Cara Beli Tiket Pre-sale Konser West Life 25th Tour Anniversary
Karier profesional Mahony mencakup posisi penting di perusahaan-perusahaan global ternama. Ia pernah menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk dari Juli 2024 hingga Juli 2025.
Sebelum itu, ia menempati posisi Director-Technical dan Chief Technical Officer di Vale Base Metals.
Pengalaman internasionalnya juga termasuk di BHP Billiton, salah satu raksasa pertambangan dunia, di mana ia pernah bertugas sebagai Manager Production Prestrip, Manager Production Projects, dan Manager Reporting.
