Waspada Siklon Tropis Hagupit! BMKG Prediksi Hujan Lebat hingga Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini

(Unsplash/radargarut.id)
BMKG peringatkan potensi cuaca hujan lebat 10 Mei 2026 di berbagai wilayah (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Siklon Tropis Hagupit yang berada di Samudra Pasifik Utara Papua Barat berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di berbagai daerah Indonesia pada Minggu, 10 Mei 2026.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah dampak buruk seperti banjir, longsor, dan genangan air.e404f2Menurut informasi terbaru BMKG, Siklon Tropis Hagupit memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot dengan tekanan minimum 1002 hPa. Sistem ini bergerak ke arah barat laut.

Baca Juga:Harga Pertalite Tanpa Subsidi Tembus Rp16.000/Liter, Ini FaktanyaPolisi Lakukan Investigasi Mendalam Terhadap Supir Taksi Green SM: Temukan Fakta Baru Kronologi Taksi Mogok

Meskipun intensitasnya diprediksi melemah dalam 48 jam ke depan, keberadaannya masih cukup signifikan untuk memengaruhi pola cuaca di Indonesia. Siklon ini memicu terbentuknya low level jet di Samudra Pasifik Utara Papua Barat serta daerah konvergensi dan konfluensi di berbagai perairan, mulai dari utara Maluku Utara hingga utara Papua Barat.

Selain itu, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Maluku, dan perairan utara Papua Barat. Kombinasi dinamika atmosfer ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar wilayah siklon maupun sepanjang area konvergensi.

Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:

  1. Sumatera Utara
  2. Kepulauan Bangka Belitung
  3. Sulawesi Tengah
  4. Papua Pegunungan

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di wilayah-wilayah lain yang masuk kategori waspada, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, berbagai provinsi di Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi lainnya, Maluku, dan Papua Barat Daya.

Fenomena ini bukan hanya membawa hujan deras, tetapi juga berisiko menimbulkan angin kencang, petir, dan gelombang tinggi di perairan. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir, lereng gunung, atau pesisir.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan koordinasi untuk mitigasi bencana, seperti membersihkan saluran air dan mempersiapkan posko pengungsian jika diperlukan.

Siklon Tropis Hagupit yang berkembang dari bibit siklon sebelumnya menjadi pengingat bahwa meski memasuki bulan Mei, dinamika cuaca di Indonesia masih sangat dinamis. Faktor global dan regional seperti ini sering kali mempercepat terjadinya cuaca ekstrem yang berdampak pada sektor pertanian, transportasi, hingga keselamatan masyarakat.

0 Komentar