Sisi Lain Tragedi KRL VS Argo Bromo Di Bekasi Timur: Berawal Dari Taxi Online Hingga Evakuasi

(Istimewa)
Detail kejadian peristiwa tertabraknya KRL di Bekasi Timur vs KA Argo Bromo Anggrek (Istimewa)
0 Komentar

Kepala Basarnas, M Syafii menyatakan bahwa terdapat beberapa korban yang masih bertahan dan dapat diajak berbicara meski terhimpit logam dan puing.

“Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin bisa memisahkan antara logam-logam yang menjepit dan kita bisa evakuasi korban,” jelasnya.

Ratusan penumpang kereta Argo Bromo Anggrek dikonfirmasikan selamat dan berhasil dievakuasi, sementara itu Green SM Indonesia, perusahaan taksi yang terlibat, menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi.

Baca Juga:Evakuasi Dramatis 6 Jam di Bekasi Timur: 7 Korban Perempuan Terjepit di Gerbong KRLShin Tae-yong Comeback ke Indonesia: Pelatih Legendaris Garuda Kini Pimpin Timnas Football

“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis pihaknya dalam klarifikasi resminya.

Kecelakaan ini berdampak pada operasional kereta api di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Beberapa perjalanan KA jarak jauh terpaksa dibatalkan untuk memberikan ruang evakuasi dan pembersihan jalur. KNKT saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti, termasuk kemungkinan kegagalan sistem sinyal, human error, atau faktor eksternal akibat gangguan di perlintasan.

Tragedi ini menjadi pengingat penting akan keselamatan perkeretaapian di Indonesia, terutama disiplin di perlintasan sebidang dan keandalan sistem persinyalan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak melanggar aturan di sekitar rel kereta api.

Hingga berita ini ditulis, proses identifikasi korban dan perawatan yang dirawat di berbagai rumah sakit masih berlangsung. Pihak KAI dan pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban.(*)

0 Komentar