GARUT – Momentum peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 dimanfaatkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut untuk menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan, Senin (27/4/2026).
Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi bagi keluarga warga binaan.
“Bantuan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta membantu meningkatkan penghasilan keluarga penerima manfaat,” kata Ismail.
Baca Juga:Stok Pupuk Subsidi di Jabar Dipastikan Aman, untuk Garut Mencapai 1.839 Ton Doa Ulama Iringi Muscab PPP Garut , Harus jadi Momentum Kembalikan Jati Diri Partai
Dalam prosesnya, penyaluran bantuan dilakukan oleh jajaran Rutan Garut yang diwakili Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) bersama staf. Bantuan diberikan langsung kepada keluarga warga binaan yang telah ditetapkan sebagai penerima, dengan suasana penuh kehangatan dan rasa syukur.
Ismail menjelaskan bahwa peringatan HBP tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pemasyarakatan. “Kehadiran lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberi perhatian terhadap kondisi sosial ekonomi keluarganya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir dengan semangat pengabdian dan kepedulian. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Ismail menambahkan bahwa bantuan gerobak usaha ini tidak hanya dilihat sebagai bentuk bantuan materi semata, tetapi juga sebagai stimulus untuk membangun semangat kemandirian dan optimisme keluarga warga binaan dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Pemasyarakatan tidak bisa berdiri sendiri. Kami ingin membangun ekosistem yang saling mendukung, termasuk dengan memperhatikan keluarga warga binaan. Harapannya, bantuan ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk usaha produktif, sehingga mampu memberikan penghasilan berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup keluarga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ismail juga menekankan bahwa peringatan HBP ke-62 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:Rutan Garut Perkuat Komitmen Zero HALINAR, Tekankan Integritas dan Pengawasan InternalKemenangan Kelas Pekerja Jangan Dikhianati, GMNI Desak DPRD dan Pemda Garut Segera Bentuk Perda PRT
“Kami ingin menghadirkan wajah pemasyarakatan yang humanis, yang tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam, tetapi juga memberikan dampak positif di luar. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai insan pemasyarakatan untuk terus hadir, peduli, dan memberi manfaat,” jelasnya.
