Hasil imbang ini membuat posisi Persib di puncak klasemen menjadi rawan. Meski masih memimpin dengan koleksi 66 poin, jarak dengan rival terdekat seperti Borneo FC kini terpangkas.
Dengan hanya menyisakan lima pertandingan di penghujung musim, setiap poin yang hilang di kandang adalah kerugian besar.
Bojan Hodak mengakui bahwa hasil ini mengubah peta persaingan dan menambah beban mental bagi anak asuhnya.
Baca Juga:Tabel Cicilan KUR BRI Rp 100 Juta dengan Angsuran Ringan Mulai Rp 1,9 Jutaan!Deodoran vs Antiperspiran: Mana yang Lebih Ampuh Usir Bau Badan dan Keringat?
“Tetap kami masih nomor satu, satu-satunya hal ialah kini hidup kami lebih rumit. Sekarang kami harus fokus ke pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Ia pun memberikan tantangan terbuka kepada skuatnya untuk menyapu bersih sisa laga musim ini jika ingin mengangkat trofi.
“Ada lima laga tersisa dan kami harus memenangkan semuanya. Tidak ada ruang lagi untuk kesalahan seperti hari ini,” lanjutnya.
Evaluasi Lini Depan
Selain mengeluhkan penyelesaian akhir, Hodak mencoba mengambil sisi positif dari performa lini belakang yang mencatatkan clean sheet, terutama penampilan kiper muda Fitrah Maulana.
Namun, sorotan tajam tetap tertuju pada lini serang. Kehilangan sosok penyerang klinis di momen krusial sangat terasa, di mana pemain seperti Uilliam Barros dan Berguinho dianggap kurang tenang dalam mengeksekusi peluang.
Bagi Arema FC, satu poin dari Bandung adalah hasil yang sangat berharga untuk menjauh dari papan tengah. Namun bagi Persib, skor 0-0 ini adalah “lampu kuning” yang menandakan bahwa perjalanan menuju takhta juara Super League masih penuh dengan duri dan kerumitan.
Persib kini harus segera memulihkan mental dan mempertajam taring mereka sebelum melawat ke markas Bhayangkara FC pada pekan selanjutnya.
Baca Juga:Mengintip Wajah TPA Pasir Bajing Garut: Dari Sejarah Panjang Hingga Upaya Revolusi Pengolahan SampahRupiah Terkapar di Level Terendah Sepanjang Masa: Bos BI Bongkar Biang Kerok Dolar Tembus Rp 17.300
Jika kembali gagal meraih kemenangan, mimpi untuk berpesta di akhir musim bisa saja sirna ditelan ketatnya persaingan klasemen atas.(*)
