PSSI Angkat Bicara Soal Gol "Out" Dewa United ke Gawang Persib

(Unsplash/radargarut.id)
PSSI angkat bicara terkait isu perdebatan gol Persib vs Dewa (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Dunia sepak bola Tanah Air kembali diguncang kontroversi. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada laga panas yang mempertemukan Dewa United melawan Persib Bandung.

Sebuah gol yang dicetak oleh Dewa United memicu perdebatan sengit di media sosial dan kalangan pecinta sepak bola nasional karena dianggap telah melewati garis lapangan sebelum tercipta.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi teknis yang cukup mengejutkan.

Baca Juga:EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile Terbaru Edisi April 2026: Dapatkan Pemain Bintang dan Pack Gratis!Sejarah Hari Buku Sedunia 23 April

Antara Sudut Pandang dan Garis Tipis

Inti dari kontroversi ini adalah apakah bola sudah sepenuhnya keluar meninggalkan garis lapangan (out) sebelum pemain Dewa United melepaskan umpan atau melakukan penyelesaian akhir yang berbuah gol ke gawang Maung Bandung.

Dalam penjelasannya, Yoshimi Ogawa menekankan bahwa dalam sepak bola, “penglihatan mata telanjang” seringkali menipu jika tidak disertai dengan sudut pandang yang tepat.

“Semua berawal dari sudut pandang. Jika Anda melihat bola ini dari arah kiri, pasti bola tampak sudah keluar. Tapi kalau Anda melihat dari arah kanan, bola belum sepenuhnya keluar. Begitu pula jika dilihat dari tengah,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa posisi kamera atau mata manusia sangat menentukan persepsi terhadap posisi bola di garis putih.

Belajar dari Kasus Jepang di Piala Dunia 2022

Untuk memperkuat argumentasinya, Ogawa membawa ingatan publik kembali ke momen ikonik di Piala Dunia Qatar 2022.

Saat itu, gol Jepang ke gawang Spanyol sempat dianggap tidak sah karena bola terlihat sudah keluar dari garis gawang sebelum dioper oleh Kaoru Mitoma. Namun, teknologi membuktikan bahwa meski hanya tersisa sekian milimeter, bagian lengkung bola masih berada di atas garis.

“Kejadian ini sama persis dengan gol Jepang di Piala Dunia 2022. Bedanya, di sana ada 50 kamera yang tersedia di lapangan untuk memverifikasi setiap inci pergerakan bola,” jelasnya.

Baca Juga:Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Usung Misi "Waste Less" di Jantung KotaUsung Tema 'Our Power, Our Planet': Ini Makna Hari Bumi 2026

Dirinya berpihak kepada keputusan wasit di lapangan pada laga Dewa United vs Persib karena didasarkan pada prinsip yang sama, selama bola belum 100 persen melewati garis secara vertikal, maka permainan harus terus berlanjut.

0 Komentar