RADARGARUT– Polsek Cikajang, Polres Garut, berhasil mengungkap kasus kekerasan mengerikan yang melibatkan penculikan dan penganiayaan berat.
Empat orang pria diringkus pihak kepolisian setelah diduga melakukan tindakan tidak manusiawi terhadap seorang warga berinisial A (24) di wilayah Kabupaten Garut.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran motif di baliknya yang dipicu oleh persoalan asmara dan dendam pribadi.
Baca Juga:EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile Terbaru Edisi April 2026: Dapatkan Pemain Bintang dan Pack Gratis!Sejarah Hari Buku Sedunia 23 April
Kronologi Awal: Teror yang Terencana
Peristiwa kelam ini bermula pada Senin malam 20 April 2026. Korban, Ahmad, yang merupakan warga Kecamatan Cigedug, awalnya mengalami intimidasi fisik oleh salah satu pelaku.
Pada pertemuan pertama tersebut, Ahmad sempat dipukul di bagian wajah. Namun, serangan itu ternyata hanyalah permulaan dari aksi yang lebih terencana dan brutal.
Keesokan harinya, Selasa 21 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, saat korban sedang berada di sebuah bengkel di Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari untuk memperbaiki ban mobilnya, para pelaku kembali mendatangi korban.
Kali ini, mereka datang dengan kekuatan penuh. Tanpa basa-basi, para pelaku memaksa Ahmad untuk naik ke atas sepeda motor di bawah ancaman.
Tindakan Tidak Manusiawi di Lokasi Terpencil
Setelah berhasil menculik korban, para pelaku membawa Ahmad ke sebuah lokasi tersembunyi. Di sanalah aksi sadis terjadi.
Berdasarkan keterangan kepolisian, Ahmad tidak hanya mengalami luka fisik akibat pukulan, tetapi juga mendapatkan perlakuan yang merendahkan martabat manusia.
Kapolsek Cikajang, AKP Patri Arsono, mengungkapkan bahwa korban disiksa dengan berbagai cara.
Baca Juga:Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Usung Misi "Waste Less" di Jantung KotaUsung Tema 'Our Power, Our Planet': Ini Makna Hari Bumi 2026
Ahmad dilaporkan disiram menggunakan cairan kotor dan dipaksa memakan sesuatu yang sangat tidak layak konsumsi. Serangkaian tindakan fisik lainnya terus dilakukan hingga korban mengalami luka-luka dan trauma psikis yang mendalam.
Motif: Cemburu dan Hubungan Terlarang
Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh jajaran Reskrim Polsek Cikajang mengungkap tabir di balik aksi brutal ini. Motif utama dari kejadian ini diduga kuat adalah persoalan pribadi yang melibatkan hubungan asmara.
”Dari hasil penyelidikan awal, motif kejadian diduga dipicu oleh adanya dugaan hubungan antara korban dengan mantan istri salah satu pelaku sebelum perceraian terjadi,” ujar AKP Patri kepada awak media pada Kamis 23 April 2026.
