RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali bersiap menggelar hajatan budaya terbesarnya, Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026.
Namun, ada yang berbeda pada perhelatan tahun ini. Tak hanya sekadar menampilkan kemegahan seni tradisi dan kirab budaya, GPBG 2026 secara resmi mengintegrasikan kampanye keberlanjutan lingkungan dengan tajuk gerakan “Waste Less” atau minim sampah.
Langkah ini menjadi terobosan baru dalam penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) di Jawa Barat.
Baca Juga:Mendahului Kartini, Ini Dia Perempuan Asal Garut Yang Memperjuangkan Emansipasi Perempuan Zaman KolonialMei 2026 Penuh Long Weekend! Ini Daftar Lengkap Tanggal Merah dan Cuti Bersama yang Bikin Liburan Kamu Panjang
Penyelenggara ingin membuktikan bahwa kemeriahan acara berskala besar tidak harus menyisakan gunungan sampah plastik yang merusak keindahan kota.
Budaya Berkelanjutan: Merayakan Tradisi Tanpa Mengotori Bumi
Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, ini akan berpusat di sepanjang Jalan Ciledug, tepatnya di depan Gedung Bale Paminton Inten Dewata.
Lokasi yang merupakan jantung sejarah dan budaya Garut ini akan menjadi saksi bagaimana nilai-nilai luhur budaya bersanding dengan kesadaran ekologis modern.
Melalui unggahan resmi akun @gebyarpesonabudayagarut dan @disparbudga, penyelenggara menekankan bahwa “event yang hebat bukan hanya meriah, tapi juga bertanggung jawab.” Pesan ini menjadi poin penting mengingat seringkali acara festival budaya meninggalkan jejak karbon dan sampah yang signifikan.
Gerakan “Waste Less”: Tiga Langkah Kecil Berdampak Besar
Dalam kampanye yang digalakkan, GPBG 2026 mengajak seluruh pengunjung dan warga Garut untuk mengambil peran aktif melalui tindakan nyata. Terdapat tiga poin utama yang ditekankan untuk menciptakan ekosistem go green selama acara berlangsung:
Membawa Tumbler Sendiri: Pengunjung didorong untuk tidak membeli minuman dalam kemasan plastik sekali pakai. Dengan membawa botol minum sendiri, diharapkan volume sampah botol plastik di lokasi acara dapat ditekan secara drastis.
Penggunaan Tas Pakai Ulang: Mengingat banyaknya stan UMKM dan kuliner khas Garut yang akan hadir, penggunaan kantong belanja berbahan kain atau reusable bag sangat disarankan guna menghindari penggunaan kantong kresek.
Baca Juga:Cipeundeuy, Stasiun Kecil di Pegunungan Garut yang Semua Kereta Wajib BerhentiJelang Hari Kartini: Makna Historis Dari Tanggal 21 April
Manajemen Sampah Mandiri: Pengunjung diminta untuk bertanggung jawab penuh atas sampah yang mereka hasilkan dengan membuangnya pada tempat yang telah disediakan secara terpilah.
Selain itu, penggunaan alat makan ramah lingkungan seperti sendok kayu dan wadah makanan berbahan kertas/serat alam juga mulai diperkenalkan kepada para tenant yang berpartisipasi dalam festival ini.
