Keterbatasan Teknologi di Liga Indonesia
Meski teknologi Video Assistant Referee (VAR) sudah mulai diterapkan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Ogawa mengakui bahwa masih ada celah yang sulit ditutupi.
Masalah utama dalam kasus gol Dewa United ini adalah ketiadaan teknologi Goal Line Camera atau kamera khusus garis gawang/garis tepi yang memiliki tingkat presisi tinggi.
VAR yang ada saat ini memang membantu, namun tanpa kamera yang sejajar persis dengan garis, menentukan bola keluar atau tidak tetap menjadi tantangan teknis bagi petugas di ruang kendali VAR.
Baca Juga:EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile Terbaru Edisi April 2026: Dapatkan Pemain Bintang dan Pack Gratis!Sejarah Hari Buku Sedunia 23 April
“Sayangnya di kompetisi kita belum ada goal line camera. Jika ada, segalanya akan terlihat lebih jelas. Kejadian mendetail seperti ini hanya bisa dibuktikan secara mutlak melalui teknologi tersebut,” tutupnya.
Klarifikasi ini seolah menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa sepak bola Indonesia masih dalam masa transisi teknologi.
Di satu sisi, transparansi dari Komite Wasit patut diapresiasi, namun di sisi lain, tuntutan akan infrastruktur stadion yang lebih mumpuni menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi PSSI agar keadilan di atas lapangan hijau tidak lagi menjadi bahan perdebatan yang berlarut-larut.(*)
