Dan yang paling penting, kita perlu memberi ruang aman bagi anak untuk jujur dalam karyanya. Karena dari situlah kita bisa benar-benar melihat dunia dari mata mereka.
Jika semangat Raden Ajeng Kartini ingin kita hidupkan hari ini, maka bentuk paling sederhana sekaligus paling nyata adalah memberi kebebasan berpikir sejak dini. Bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat ruang-ruang kecil seperti selembar kertas gambar.
Karena bisa jadi, di situlah anak-anak tidak hanya belajar menggambar, tetapi juga belajar memahami hidup, merawat emosi, dan membangun cara pandang yang lebih adil.
Baca Juga:Aplikasi 'Imah Aing' Disiapkan, Programnya Baru Efektif 2027Pemerintah Tetapkan Jadwal Haji 2026, Keberangkatan Dimulai 22 April
Dan dari sana, kita tidak hanya sedang mencetak anak yang “pandai”, tetapi anak yang utuh, yang mampu merasa, berpikir, dan menjadi manusia sepenuhnya. (*)
