Pemerintah dapat mengambil peran lebih aktif dengan: mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan melalui insentif, mendukung UMKM dalam transisi kemasan,serta memastikan alternatif yang tersedia benar-benar terjangkau bagi masyarakat luas.
Tanpa dukungan kebijakan yang kuat, perubahan perilaku akan berjalan lambat dan tidak merata. Bahkan, ada risiko bahwa beban perubahan justru ditanggung oleh kelompok yang paling rentan secara ekonomi.
Dalam konteks ini, penting untuk memastikan bahwa isu lingkungan tidak menjadi eksklusif. Kesadaran ekologis harus bisa diakses oleh semua kalangan, bukan hanya mereka yang mampu. Hari Bumi 2026 memberi kita sebuah cermin yang jujur. Bahwa selama ini, mungkin kita terlalu nyaman. Bahwa perubahan yang kita harapkan tidak akan datang hanya dari slogan atau kampanye tahunan.
Baca Juga:23 Warga Meninggal di Jalanan Sejak Awal Tahun Akibat Kecelakaan, Kejaksaan Baru Terima Dua BerkasMayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Perairan Santolo, Polisi Lakukan Penyelidikan
Namun, dari sesuatu yang tidak kita rencanakan, dari sesuatu yang terpaksa, seperti kenaikan harga plastik ini, kita justru diberi peluang untuk memulai suatu perubahan. Memulai dari hal kecil. Dari pilihan sehari-hari. Dari kesediaan untuk sedikit repot demi dampak yang lebih besar meski diawali demi menghemat pengeluaran.
Bumi tidak membutuhkan kita untuk sadar setahun sekali. Tetapi hari ini, kita dihadapkan pada situasi yang memaksa kita untuk memilih dengan sadar: tetap seperti biasa atau mulai berubah. Siapa tahu, dari kantong plastik yang kini terasa lebih mahal, lahir kesadaran yang selama ini tertunda, bahwa menjaga bumi bukan tentang momen setahun sekali, tetapi tentang kebiasaan sehari-hari. (*)
