Traffic Light di Persimpangan Ibrahim Adjie–Otista Garut Dikeluhkan Picu Kemacetan

istimewa
Traffic Light di Persimpangan Ibrahim Adjie–Otista Garut Dikeluhkan Picu Kemacetan. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Pemasangan Traffic Light di persimpangan Jalan Ibrahim Adjie dan Jalan Otista di arah Bandung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dinilai oleh banyak masyarakat merugikan pengguna jalan, artinya sering muncul penumpukan volume kendaraan dipersimpangan tersebut akibat adanya traffic light.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan bahwa adanya traffic light tersebut bukan untuk memperlambat kendaraan, justru agar memperlancar.

Sehingga, kata dia, untuk kedepannya akan dilakukan penyesuaian jam terkait traffic disimpangan tersebut.

Baca Juga:BLK Disnakertrans Latih Ratusan Pencari Kerja, Bupati Garut Dorong Kompetensi dan WirausahaWarga Dorong Pemekaran Desa Samarang, Usulkan Pemanfaatan DBH Panas Bumi

“Kita juga terus melakukan langkah-langkah upaya penyesuaian waktu kita akan kaji lagi ketika manajemen lalu lintasnya,” katanya.

Ia menyebutkan, jika perlu adanya pembukaan jalan maka akan dikomunikasikan dengan pihak PUPR Garut bidang Bina Marga, agar tidak ada komplain dari masyarakat.

Satria menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus mencoba selama 20 detik kurang dari setiap traffic light di persimpangan tersebut.

“Dan beberapa persimpangan kita akan coba apakah cukup 2 simpangan, 3 simpangan, 4 simpangan, terus lagi nanti udah sempurna, baru kita fiks kan,” jelasnya.

Menurutnya, untuk saat ini, pemasangan traffic light dipersimpangan tersebut masih dalam tahap uji coba, dan tengah dikomunikasikan juga dengan pihak Provinsi, karena jalan tersebut bersimpangan juga dengan Jalan Provinsi.

“Jalan Provinsi kan kecil kalau jalan kabupaten kan besar ya, disamping itu juga kebanyakan hambatan. Banyak kehambatan terkaitan dengan kendaraan-kendaraan yang masuk pada area-area lain. Seperti area kuari, tempat-tempat kuliner, maka segala macam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tahap uji coba akan dilakukan pada saat jam-jam sibuk, seperti Sabtu-Minggu, jam bubar kerja, karena pasalnya di jam bubar kerja pada perusahaan Changsin volume kendaraan cukup besar.

Baca Juga:Warga Dorong Pemekaran Desa Samarang, Usulkan Pemanfaatan DBH Panas BumiFMDK Ingatkan Dapur MBG di Garut Utamakan Legalitas Sebelum Operasional

“Terutama Changsin potensi kendaraannya cukup besar, jam rawan di Changsin jam 4 sampai jam 8, nanti biar otomatis si lampunya,” pungkasnya. (Rizka)

0 Komentar