Seri Motivasi Seuri 174, OBAT–NYAMUK

istimewa
Dr. Heri M. Tohari, Dosen Institut Agama Islam Persatuan Islam Garut
0 Komentar

Oleh: Dr. Heri M. Tohari, Dosen Institut Agama Islam Persatuan Islam Garut

ISTILAHNYA saja sudah ambigu. Seharusnya obat nyamuk itu adalah benda yang harus menyehatkan nyamuk. Bukan sebaliknya, membunuh atau meracuni nyamuk. Kenyataannya obat nyamuk malah menjadi racun bagi nyamuk. Istilah obat dan racun bagi nyamuk menjadi sumir.

Setidaknya perdebatan mengenai obat nyamuk sudah ada dari zaman suami-istri, Ferguzo dan Marshanda. Kala itu sang suami yang penakut terhadap istrinya tersebut, disuruh untuk membeli obat nyamuk. Interupsi Ferguzo jelas mengapa harus membeli obat nyamuk. Apakah nyamuk sedang sakit, sehingga perlu dibelikan obat.

Istrinya melotot. Saking melotot, matanya seperti mau loncat keluar. Ferguzo sadar betul bahwasanya obat nyamuk yang dimaksud adalah racun nyamuk biasa.

Baca Juga:Bupati Garut ajak Jajaran MUI Perkuat Komunikasi dan Berkolaborasi Lintas Sektor4.400 Polis Asuransi Petani Disalurkan, Bupati Garut Tekankan Pentingnya Jaminan Risiko

Obat atas segala perbentolan laksana pelor yang didera tangan dan kaki Marshanda. Lantas Ferguzo bertanya, jenis obat nyamuk yang mau dibeli itu mau yang dioles ke kulit atau dibakar?

Di luar dugaan, istrinya menyuruh ia membelikan obat nyamuk yang diseduh. Bingung tujuh keliling. Masa ada obat nyamuk yang diseduh. Protes pun dilontarkan kepada Marshanda. Namun, sang suami divonis lelaki rupa belèt tapi belègug.

Istrinya murka menjadi. Ia menyarankan kepada suaminya tersebut untuk tetap membelikan obat nyamuk seduh. Perintah istri adalah perintah Tuhan, pekik Ferguzo. Walau dalam hati terdapat pertentangan batin.

Bagaimana harus menceritakan ke penjaga toko atau warungnya. Tidak terbayang harus berbicara: “Mang bade meser obat nyamuk anu diseduh”. Mereka akan ngakak tidak pernah berhenti.

Pokoknya mah siap laksanakan buat ras terkuat dimuka bumi. Meski bingung caranya harus seperti apa. Istri dan suami sama-sama koplaknya. Harus berebut kebingungan dalam hal pembelian obat nyamuk seduh.

Ferguzo masih ngajanteng bingung di depan pintu. Ia membayangkan obat tersebut belum ada pabriknya. Kalaupun ada obat nyamuk tersebut, pasti toko atau warung keberadaannya di benua Afrika.

Dengan penuh ragu dan bernada pelan, Ferguzo mempertanyakan ulang lagi kepada Marshanda tentang keberadaan obat nyamuk seduh tersebut. Seorang istri yang hanya bisa disebut cantik kalau dilihat dari sedotan.

0 Komentar