GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mulai memperkuat perlindungan bagi sektor pertanian melalui penyaluran ribuan polis asuransi mikro bagi petani. 4.400 polis secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam Apel Gabungan yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (13/4/2026).
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko yang kerap dihadapi para petani, mulai dari kecelakaan kerja hingga kondisi kesehatan yang tidak terduga.
Syakur menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam hal perlindungan sosial. Menurutnya, sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah membutuhkan perhatian khusus agar para pelaku usaha tani dapat bekerja dengan rasa aman.
Baca Juga:Sambut HBP ke-62, Rutan, Lapas, dan Bapas Garut Gelar Donor Darah Bersama PMIPeduli Lingkungan, Rutan Garut Gelar Aksi Bersih-Bersih di Area Masjid Agung
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, baik dari sisi kesehatan maupun ketenagakerjaan. Asuransi ini menjadi salah satu bentuk kehadiran tersebut,” tegas Syakur.
Syakur menjelaskan bahwa skema asuransi mikro ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat ketika menghadapi risiko yang tidak dapat diprediksi. Dengan adanya jaminan tersebut, petani diharapkan tidak lagi terbebani secara finansial saat mengalami musibah.
Menurutnya, konsep asuransi pada dasarnya adalah mekanisme pengalihan risiko kepada pihak ketiga. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih fokus menjalankan aktivitas produktif tanpa dihantui kekhawatiran terhadap potensi kerugian besar.
“Risiko itu pasti ada, tetapi dengan asuransi, kita bisa meminimalisir dampaknya. Ini penting agar masyarakat tetap produktif dan tidak terganggu secara ekonomi,” jelasnya.
Selain penyerahan polis, Bupati juga mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya perlindungan sosial. Syakur mendorong agar program seperti BPJS Ketenagakerjaan semakin masif disosialisasikan hingga ke tingkat desa.
Langkah ini, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun sistem jaring pengaman sosial yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Garut, khususnya bagi kelompok pekerja rentan seperti petani.
“Dengan adanya program ini, kami tentunya berharap kesejahteraan petani dapat meningkat, sekaligus menciptakan rasa aman dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari,” pungkasnya. (*)
