HNSI Sarankan Pelabuhan Garut Dibangun di Rancapadu, Bukan Cilaut Ereun

Wakil Sekjen DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Dadel Lukman
Wakil Sekjen DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Dadel Lukman
0 Komentar

Selain itu, sebagian lahan lainnya merupakan milik Lanud Husein Sastranegara yang juga disebut telah memberikan izin pada masa itu.

Potensi Benturan dengan LAPAN dan Wisata

Dadel juga menyoroti aspek lain yang dinilai menjadi hambatan apabila pembangunan tetap dilakukan di Cilaut Ereun. Kawasan tersebut berdekatan dengan fasilitas LAPAN.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan yang mewajibkan adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) berpotensi tidak mendapatkan izin karena bersinggungan dengan area strategis tersebut.

Baca Juga:Zakat Fitrah ASN Garut Berpotensi Tembus Rp600 Juta, Baznas Minta Bupati Terbitkan SEKemenhaj Garut Pastikan Jemaah Umrah Tertangani Pemerintah RI di Tengah Konflik Wilayah Timur Tengah

Selain itu, Pantai Cilaut Ereun juga berdekatan dengan destinasi wisata Pantai Santolo yang selama ini ramai dikunjungi wisatawan.

Jika pelabuhan tetap dibangun di lokasi tersebut, dikhawatirkan kawasan akan menjadi terlalu padat (crowded) dan menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi tata ruang maupun kenyamanan wisata.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Dadel menyarankan Pemerintah Kabupaten Garut untuk kembali membuka data kajian yang pernah disusun sebelumnya.

Ia meminta agar dokumen Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) pembangunan pelabuhan di kawasan Rancapadu yang pernah diinisiasi atas dorongan HNSI dan masyarakat setempat dapat dikaji ulang oleh Bappeda Garut.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pembangunan pelabuhan benar-benar berbasis kajian matang, bukan sekadar wacana, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi nelayan serta mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir Garut secara berkelanjutan.(*)

0 Komentar