GARUT — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti meningkatnya dugaan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak, baik orang tua, tenaga pendidik, maupun lingkungan masyarakat, harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mencegah terjadinya kekerasan pada anak.
Menurut Bupati Syakur, kasus kekerasan terhadap anak umumnya muncul karena adanya relasi tidak seimbang antara pihak yang kuat dan yang lemah. “Kita sampaikan ke mereka supaya mampu mendeteksi dan mencegah potensi yang menimbulkan pelecehan. Mekanisme itu kan terjadi ketika ada yang kuat dan yang lemah,” tegasnya, Jumat (10/10).
Ia menilai, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan karakter dan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan lembaga pendidikan, dinas sosial, dan aparat hukum untuk memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku kekerasan terhadap anak.
Baca Juga:Asal-Usul Cimol Bojot, Camilan Legendaris dari Garut yang Jadi Buruan Pecinta Pedas!Satlantas Polres Garut Edukasi Siswa SMKN 1 Garut Tertib Lalu Lintas
Selain langkah penegakan hukum, Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan sosial dan psikologis bagi korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan. Pemerintah daerah, kata Syakur, berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak di seluruh kecamatan.
“Anak-anak adalah masa depan Garut. Mereka harus tumbuh dalam suasana yang aman, bebas dari ketakutan, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat, kata Bupati, pemerintah berharap angka kekerasan dan pelecehan terhadap anak di Kabupaten Garut dapat terus ditekan, serta tercipta budaya peduli dan saling melindungi di lingkungan keluarga maupun sekolah.(*)
