“Di antara aspek yang menjadi perhatian adalah dokumen lingkungan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta kelayakan struktur bangunan dapur,” katanya.
Menurut Satria, seluruh persyaratan tersebut akan diperiksa kembali oleh BGN untuk memastikan fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar yang ditetapkan.
Di sisi lain, diakuinya, penghentian operasional dapur tersebut juga berpotensi memengaruhi distribusi makanan kepada para penerima manfaat yang selama ini mendapatkan pasokan dari fasilitas tersebut.
Baca Juga:Balita di Garut Diduga Diculik Saat Bermain di Halaman Rumah, Polisi Buru PelakuPemuda 21 Tahun Tewas Ditusuk di Cibalong Garut, Polisi Tangkap Terduga Pelaku dalam Waktu Singkat
Terkait kemungkinan pengalihan distribusi makanan, Satria menyampaikan bahwa kemungkinan koordinasi dengan dapur MBG lainnya dilakukan oleh BGN.
“untuk keputusan mengenai penutupan permanen maupun pembukaan kembali layanan masih menunggu hasil evaluasi dan kebijakan dari BGN,” pungkasnya. (*)
