Syakur berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi.
Selain memberikan apresiasi terhadap pencapaian saat ini, ia juga menyinggung pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan untuk menghadapi kompetisi pada tahun-tahun mendatang. Terlebih, Kabupaten Garut memiliki target menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga pada 2030.
Karena itu, persiapan dinilai perlu dilakukan sejak dini, baik melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas latihan, maupun penguatan organisasi cabang olahraga.
Baca Juga:Usai 132 Orang Diduga Keracunan, Operasional Dapur Dihentikan, Pemkab Tunggu Keputusan BGNBalita di Garut Diduga Diculik Saat Bermain di Halaman Rumah, Polisi Buru Pelaku
“Terima kasih semoga kita nyiapin diri buat 2030, kita jadi tuan rumah semoga nanti medalinya lebih banyak, sukses ya,” katanya.
Sementara itu, peraih medali emas Muay Thai, Putri Yaasin Sastrianie, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah berhasil menyelesaikan pertandingan final dengan kemenangan. Ia mengaku tidak menyangka perjuangannya selama menjalani latihan mampu mengantarkannya meraih prestasi tersebut.
Baginya, medali emas yang berhasil diraih menjadi pencapaian penting sekaligus pembuktian atas usaha dan kedisiplinan yang selama ini dijalani.
“Perasaannya sangat senang dan tidak menyangka ya dari latihan-latihan yang saya lakukan, saya tidak menyangka bisa sampai seperti ini dapat medali emas,” ungkap Putri.
Meski telah berhasil mempersembahkan emas untuk Kabupaten Garut, Putri tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut. Ia memiliki keinginan untuk melanjutkan perjuangannya ke level kompetisi yang lebih tinggi, salah satunya Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kesempatan tampil pada ajang olahraga nasional menjadi harapan besar yang ingin diwujudkannya setelah menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
“Dan akan mengikuti untuk PON, saya sangat tidak menyangka dan sangat terharu. Mohon doanya,” ucapnya. (*)
