Musim Hujan Mulai Picu Banjir, BPBD Garut Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi

istimewa
Longsor Tutup Jalan Penghubung Peundeuy-Cibalong Garut, Polisi dan Warga Gotong Royong Buka Akses
0 Komentar

Aah menegaskan, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Garut dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memastikan saluran drainase di lingkungan permukiman tetap berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat oleh tumpukan sampah.

Baca Juga:Garut Dapat Hibah Penyusunan 4 RDTR, Wilayah Perkotaan Hingga Pameungpeuk Jadi Sasaran PerencanaanTerima Aksi Demo AMPGB, Yudha Sebut Kebijakan Fiskal Pusat Hambat Optimalisasi Pelayanan Publik Garut

Pasalnya, penyumbatan saluran air dapat memperburuk genangan dan meningkatkan risiko banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kami mengajak masyarakat untuk rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, tidak membuang sampah ke sungai, serta memastikan saluran air tidak tersumbat,” ucapnya.

Di sisi lain, Aah juga memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lereng perbukitan, tebing, maupun kawasan dengan tingkat kerawanan longsor tinggi.

Ia mengingatkan bahwa curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan kejenuhan tanah dan memicu pergerakan material, khususnya pada lereng yang kondisinya sudah tidak stabil.

Karena itu, masyarakat diminta lebih peka terhadap berbagai tanda awal potensi longsor, seperti munculnya retakan pada permukaan tanah, perubahan kondisi lereng, maupun adanya pergerakan tanah di sekitar permukiman.

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, warga diimbau segera menjauhi lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan serta melaporkannya kepada aparat pemerintah setempat.

“Apabila terdapat tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah atau lereng yang jenuh air, segera menjauhi lokasi berbahaya dan melaporkannya kepada aparat setempat,” tegasnya.

Baca Juga:Garut Bidik Tambahan 400 Tempat Tidur, Klinik Utama Rotinsulu Direncanakan Jadi Rumah SakitStatus Tanggap Darurat Kekeringan Berakhir, Pemkab Garut Mulai Petakan Wilayah Terdampak Kemarau Panjang

Aah berharap peningkatan kesiapsiagaan, pemantauan kondisi cuaca, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana selama musim penghujan.

BPBD Garut juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, khususnya ketika hujan berlangsung dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. (*)

0 Komentar