Terbantu Program Satu Desa Satu Sarjana, Orangtua Mahasiswa di Garut Tak Pikirkan Biaya Lagi

Tini (48) orangtua Raihana penerima program satu desa satu sarjana di Kabupaten Garut. (Rizka/Radar Garut)
Tini (48) orangtua Raihana penerima program satu desa satu sarjana di Kabupaten Garut. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

“Ya harapannya mah berlanjut lah program nya, masih banyak keluarga yang membutuhkan, banyak keluarga yang terhambat masalah ekonomi, banyak yang mau sekolah tapi ga ada biaya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Haurpanggung, Rahmat Rizal, mengatakan untuk Desa Haurpanggung sudah memenuhi program Bupati dan Wakil Bupati Garut.

“Alhamdulillah untuk Desa Haurpanggung kami telah memenuhi program Bapak Bupati tentang satu desa satu sarjana,” ucapnya.

Baca Juga:Pemkab Garut Siapkan Rp9 Miliar Untuk Pembelian Lahan Sekolah Rakyat di SamarangMemasuki Musim Tanam Penghujan, Dispertan Garut Siapkan Lahan Padi 36.580 Hektare

Ia mengatakan, pada tahun 2025 ada sekitar 5 orang yang daftar untuk mengikuti program tersebut, namun berdasarkan persyaratan dan administrasi yang lolos itu 1 orang atas nama Raihana Dewi Siti Aisyah.

“Yang lolos itu di antaranya yaitu tentang desilnya, tentang nilainya, tentu kelayakan dari kemampuan warga tersebut, termasuk berkategori dari keluarga tidak mampu,” katanya.

Rahmat menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi atas program tersebut yang sudah berjalan, dan berharap agar tetap dipertahankan dan dilanjutkan kedepannya.

“Kami mengapresiasi program Bapak Bupati dan Ibu Wakil, serta selanjutnya program ini dipertahankan dan dilanjutkan ya tentunya,” tutupnya. (*)

0 Komentar