GARUT — Duka mendalam dan rasa syukur mewarnai kepulangan Achmad Akmal Naopal (28). Anak Buah Kapal (ABK) asal Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut ini berhasil lolos dari maut saat KM Virgo Transport 8 karam di perairan Laut Jawa.
Peristiwa mencekam itu bermula ketika Akmal sedang terlelap. Ia terbangun secara mendadak lantaran dibangunkan oleh rekannya saat posisi kapal mulai tidak seimbang dan miring. Di tengah situasi darurat, Akmal memilih terjun ke laut dan berenang menjauhi badan kapal.
Di tengah lautan luas tanpa ketersediaan sekoci maupun rakit penyelamat, Akmal dan empat rekannya harus memutar otak agar tidak tenggelam. Mereka akhirnya menemukan sebuah tabung gas elpiji 12 kilogram yang dijadikan tumpuan untuk mengapung bersama.
Baca Juga:KDM Dorong Peningkatan Anggaran Infrastruktur di Garut Jalan dan Jembatan DisorotDua Korban KM Virgo Tiba di Garut untuk Dimakamkan
”Waktu itu saya lagi tidur, dibangunkan teman karena kapal oleng, akhirnya loncat ke laut pertama mah berenang dulu, lalu ada gas LPG 12kg berpegangan lah pake itu,” kata Akmal saat ditemui di Kantor Dinsos Pemda Garut, Kamis (17/9/2026) malam.
Tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai selain pakaian di badan, kelima ABK tersebut mengapung selama hampir 10 jam. Mereka harus menerjang terpaan ombak dan dinginnya air laut hingga pagi menjelang.
Percakapan antar sesama menjadi satu-satunya cara bagi mereka untuk menjaga kesadaran dan semangat bertahan hidup.
”Sepanjang malam kami saling ngobrol, saling menguatkan saling curhat aja,” ungkapnya.
Fisik yang kian terkuras membuat perjuangan mereka semakin berat. Beruntung, ada satu pelampung yang tersedia sehingga dapat dipakai bergantian di antara mereka.
”Cuacanya dingin sekali, kami gak bawa apa-apa, cuma bawa baju aja,” ungkap Akmal.
Titik terang muncul sekira pukul 10.00 WIB. Keberadaan mereka disadari oleh awak kapal tunda yang melintas di sekitar lokasi kejadian hingga akhirnya bantuan pun diberikan.
Baca Juga:Alfamidi Edukasi 200 Keluarga Balita di Garut tentang Pola Asuh dan Kesehatan GigiSambangi Garut, Kapolda Jabar Tegaskan Pelayanan Polri Berbasis Riset dan Perkuat Silaturahmi Lewat Jumling
Usai dievakuasi ke atas kapal, Akmal melihat salah seorang korban sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, yang kemudian dikonfirmasi telah meninggal dunia.
”Jam 10 pagi, ada batu bara kami melambai meminta pertolongan. Belakangan saya tahu bahwa ada yang sudah meninggal di kapal itu,” kata dia.
