Sejumlah desa di daerah dataran rendah dan perbukitan mulai kesulitan mengakses air matang untuk kebutuhan sehari-hari.
Kabupaten Kupang (Nusa Tenggara Timur)
Wilayah Nusa Tenggara yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut dalam durasi panjang berdampak langsung pada mengeringnya bendungan dan embung desa.
Kabupaten Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat)
Sektor pertanian dan pemukiman warga di pesisir utara dan timur merasakan dampak penurun debit air yang sangat masif.
Kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat)
Baca Juga:Daftar Lengkap Kabinet Merah Putih Usai Suahasil Nazara Gantikan PurbayaDari Akademisi hingga Nahkoda Keuangan Negara: Profil dan Jejak Panjang Karier Suahasil Nazara
Berada di ujung timur NTB, Kabupaten Bima mencatatkan tingkat kekeringan ekstrem dengan mengeringnya alur sungai utama dan sumber mata air pegunungan.
Respon Darurat dan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca
Menghadapi situasi krisis yang terus meluas, BNPB bersama BPBD di tingkat daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pendistribusian air bersih skala besar menggunakan truk-truk tangki ke pemukiman terdampak.
Selain bantuan logistik darurat, pemerintah membuka opsi pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah-wilayah strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengisi kembali waduk, embung, serta menaikkan kapasitas air tanah sebelum memasuki puncak kemarau.
Masyarakat dihimbau untuk menghemat penggunaan air bersih serta menghindari pembakaran sampah terbuka guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan.(*)
