Kekeringan di Garut Terus Meningkat, Distan Catat 555 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Lahan Persawahan terdampak Kekeringan di Kecamatan Cibatu. (Istimewa)
Lahan Persawahan terdampak Kekeringan di Kecamatan Cibatu. (Istimewa)
0 Komentar

Ketika petani mengalami gagal panen, kata Cecep, Distan akan memfasilitasi terkait perlindungan usaha tani seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Kami juga kan ada fasilitasi terkait perlindungan yang tadi itu yaitu perlindungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kami itu untuk tahun 2026 ini sekitar 1.837 hektare, kami fasilitasi bantuan premi untuk pelindungan asuransi usaha tani,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemberian AUTP itu apabila lahan petani mengalami gagal panen dari faktor apapun.

Baca Juga:DPMPTSP Garut Tegaskan Pendirian Bangunan Wajib Kantongi PBG, Keselamatan Jadi PrioritasJalan Banjarwangi Hingga Peundeuy Sudah Disurvei BPJN, PUPR Garut Menunggu Hasil Penilaian Balai

“Baik dari serangan hama/penyakit atau bencana banjir dan keringan, tidak hanya kekeringan saja,” tambahnya.

Dengan begitu, Cecep mengimbau kepada para petani bahwa sesuai dari SE Bupati Garut agar para kelompok tani ataupun masyarakat untuk menyiapkan mitigasi terkait Kekeringan.

“Surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati langsung mengintrusikan kepada camat, para kepala desa, maupun kelompok tani di seluruh kecamatan untuk melakukan mitigasi terkait masalah keringan ini,” tutupnya. (*)

0 Komentar