Realisasi Belanja APBN KPPN Garut hingga Juli 2026 Tembus Rp2,69 Triliun

istimewa
Budi Lesmana, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Garut
0 Komentar

Meski secara keseluruhan realisasi belanja telah menembus 64 persen, menurutnya memasng masih terdapat beberapa komponen dengan tingkat penyerapan di bawah 40 persen.

Salah satunya Belanja Modal, yang baru terealisasi Rp4,52 miliar atau sekitar 35,81 persen dari pagu Rp12,63 miliar. Sementara sisa anggarannya masih sekitar Rp8,11 miliar.

Adapun untuk realisasi terendah, diketahui terdapat pada DAK Fisik, yang hingga Juli 2026 baru terserap Rp1,64 miliar atau 25 persen dari total alokasi Rp6,56 miliar, sehingga masih terdapat sisa anggaran sekitar Rp4,92 miliar.

Baca Juga:HUT ke-81 RI, Remisi Jadi Kado Kemerdekaan bagi Warga Binaan Rutan dan Lapas GarutJalan Banjarwangi–Singajaya Dapat Kucuran Rp42 Miliar

“Memang masih ada beberapa komponen yang realisasinya perlu didorong, terutama DAK Fisik yang baru 25 persen dan Belanja Modal yang baru sekitar 35,81 persen. Ini menjadi perhatian memasuki semester kedua,” ungkap Budi.

Menurutnya, KPPN Garut terus berkoordinasi dengan satuan kerja maupun pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran, khususnya pada sektor-sektor yang realisasinya masih relatif rendah.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi dan pemerintah daerah terkait agar penyerapan anggaran bisa dipercepat, terutama pada sektor-sektor yang sampai sekarang realisasinya masih rendah,” lanjutnya.

Budi menambahkan, percepatan realisasi pada semester II diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan kualitas pelaksanaan anggaran, ketepatan sasaran, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

“Harapannya pada semester kedua ini realisasi terus meningkat, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan dapat segera memberikan manfaat melalui program dan kegiatan yang telah direncanakan,” pungkasnya. (*)

0 Komentar