Meski demikian, Alif menjelaskan daftar 19 atlet tersebut masih bersifat sementara. Penetapan akhir kontingen akan menyesuaikan hasil verifikasi Pengcab dan Pengda FESPATI, kesiapan masing-masing atlet, kelengkapan administrasi, serta kuota sebagaimana ditetapkan dalam Technical Handbook Kejurnas FESPATI 2026.
“Daftar ini masih dalam tahap persiapan. Nantinya tetap ada verifikasi, baik dari Pengcab maupun Pengda, kemudian kesiapan atlet, administrasi dan kuota pertandingan juga harus disesuaikan dengan ketentuan Kejurnas,” jelasnya.
FESPATI Garut berharap besarnya jumlah perwakilan tersebut dapat berbanding lurus dengan prestasi yang diraih pada Kejurnas. Para atlet diminta memanfaatkan waktu tersisa untuk mematangkan teknik, mental dan kesiapan bertanding.
Baca Juga:Realisasi Belanja APBN KPPN Garut hingga Juli 2026 Tembus Rp2,69 TriliunHUT ke-81 RI, Remisi Jadi Kado Kemerdekaan bagi Warga Binaan Rutan dan Lapas Garut
“Harapan kami tentu atlet-atlet Garut bisa memberikan hasil terbaik dan membawa prestasi untuk Kabupaten Garut dan Jawa Barat. Kita datang dengan jumlah perwakilan yang paling banyak, mudah-mudahan prestasinya juga bisa memberikan kebanggaan,” ungkap Alif.
Menurutnya, Kejurnas juga menjadi kesempatan penting bagi atlet-atlet muda Garut untuk menambah pengalaman dan mengukur kemampuan dengan atlet panahan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
“Yang tidak kalah penting adalah pengalaman atlet, terutama yang masih usia pelajar. Dari mereka inilah regenerasi kita bangun. Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan Garut tetap menjadi salah satu daerah yang kuat dalam pembinaan panahan tradisional,” katanya.
Selain mengejar prestasi olahraga, FESPATI Garut juga membawa misi pelestarian budaya. Panahan tradisional memiliki nilai budaya yang diharapkan tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
“Panahan tradisional bukan hanya berbicara olahraga dan prestasi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang harus kita jaga. Mudah-mudahan melalui Kejurnas ini nama Garut semakin dikenal, dukungan terhadap para atlet semakin besar, dan semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni panahan tradisional,” pungkas Alif. (*)
