Ato Hermanto menilai, sinergi antara sektor pariwisata, budaya, dan industri lokal merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing daerah.
Sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut, ia berharap agenda internasional seperti ini terus dikembangkan dan masuk dalam kalender pariwisata tahunan.
“Garut memiliki modal yang sangat kuat, mulai dari keindahan alam, budaya, kuliner, hingga keramahan masyarakatnya. Jika seluruh potensi ini dipadukan dalam berbagai event internasional, saya optimistis Garut akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia,” tambahnya.
Baca Juga:Harga Emas Naik Hari Ini, Simak Daftarnya!MK Putuskan: Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Dipakai untuk Program MBG Mulai APBN 2028
Garut International Kite Festival 2026 diikuti peserta dari 14 negara serta ratusan peserta nasional. Selain menyuguhkan atraksi layang-layang internasional yang memukau, festival ini juga menghadirkan berbagai agenda pendukung berupa promosi budaya, kunjungan destinasi wisata, dan eksplorasi produk-produk unggulan Kabupaten Garut.
Kunjungan ke tempat produksi dodol ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan.
Melalui kuliner khas yang telah melegenda, Garut tidak hanya memperkenalkan cita rasa tradisional kepada dunia, tetapi juga memperlihatkan bahwa produk lokal yang dikelola dengan inovasi, kualitas, dan semangat pelestarian budaya mampu menjadi bagian dari wajah Indonesia di mata masyarakat internasional.(*)
