Dampak Perdagangan Karbon Terhadap Manusia

istimewa
DR. Moch Ilham Anshory
0 Komentar

Perdagangan karbon akan memiliki dampak positif bagi ekonomi, ekologi, dan kemanusiaan. Dari perpektif ekonomi, Orang-orang akan terdorong untuk menghijaukan lingkungannya karena mendapat insentif secara ekonomi. Ketika pohon memiliki nilai ekonomi, maka orang akan terdorong untuk menanam pohon.

Lahan tidur akan berubah menjadi lahan yang rimbun dengan pepohonan. Pemilik lahan yang ditanami tumbuhan bernilai ekonomi (aren, karet dll) dapat juga mendapatkan insentif dari perdagangan karbon.

Secara ekologi kualitas udara menjadi meningkat. Kecepatan peningkatan suhu udara dapat diperlambat bahkan mungkin dikurangi. Daerah aliran sungai terutama di hulu akan lebih berkualitas. Keragaman ekosistem hayati menjadi lebih terjaga.

Baca Juga:Jagung Binaan Polsek Pasirwangi Diserap BulogRutan Garut Ikuti Apel Bersama Juli 2026, Perkuat Sinergi dan Komitmen Pelayanan

Dari sudut pandang kemanusiaan akan lebih bernilai. Banyak orang pengidap penyakit akibat polusi yang tertolong, karena kualitas udara semakin bersih. Oksigen tidak terlihat secara kasat mata. Orang bisa bertahan berhari-hari tanpa makan, tetapi ia akan cepat menghebuskan nafas terakhir akibat udara yang kotor.

Acap kali kita kurang bersyukur atas nikmat udara yang bersih. Kita kurang bersyukur ketika dapat bernafas dengan baik. Kita baru bersyukur atas nikmat bernafas ketika melihat orang di rumah sakit yang berjuang untuk bernafas.

Beberapa bulan yang lalu ada satu keluarga yang meninggal saat berkemah. Hasil investigasi pihak kepolisian diakibatkan udara yang berbahaya. Polda Jawa Tengah menyampaikan penyebab kematian para korban adalah keracunan gas karbon monoksida (CO) hasil dari pembakaran tungku di dalam tenda.

Semoga banyak orang yang tergugah untuk menyadari pentingya udara yang bersih. Kualitas udara meningkat lebih baik. Semoga kulitas udara yang baik dapat menjadi cukang lantaran terselamatkannya manusia. Satu nyawa sangat berharga. Cag! (*)

0 Komentar