Ismail menjelaskan, jajaran pemasyarakatan memiliki peran dalam menjaga agar hubungan antara warga binaan dan keluarganya tetap berlangsung dengan memperhatikan kepentingan serta kondisi psikologis anak.
Menurutnya, pendekatan yang ramah anak perlu terus diperkuat dalam setiap pelaksanaan pelayanan pemasyarakatan, terutama pada layanan kunjungan dan komunikasi keluarga.
“Kami harus memastikan bahwa dalam setiap pelaksanaan tugas pemasyarakatan terdapat nilai perlindungan, kepedulian, dan penghormatan terhadap hak anak. Saat anak datang mengunjungi orang tuanya, mereka harus berada dalam suasana yang aman, nyaman, dan tidak menimbulkan tekanan psikologis,” jelasnya.
Baca Juga:PNM Garut Salurkan Mushaf Al-Qur’an untuk SantriStok Darah Garut Aman, PMI Tetap Waspadai Kekurangan Trombosit Saat Kasus DBD Meningkat
Ia menilai lingkungan yang ramah anak tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas, tetapi juga melalui sikap dan cara petugas memberikan pelayanan.
Petugas pemasyarakatan, lanjutnya, harus mampu menunjukkan keramahan, empati, serta kepekaan terhadap kebutuhan anak yang berinteraksi dengan lingkungan rutan maupun lapas.
“Perlindungan anak bukan hanya menyediakan tempat yang layak, tetapi juga bagaimana kita bersikap. Pelayanan harus diberikan dengan ramah, humanis, dan tetap memperhatikan kondisi psikologis anak,” ungkapnya.
Ismail juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak anak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.
Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dijalankan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kepedulian bersama agar anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.
“Momentum Hari Anak Nasional ini harus menjadi pengingat bahwa menjaga anak merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, pemerintah, masyarakat, serta seluruh lembaga terkait harus bergerak bersama agar setiap anak memperoleh perlindungan dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” tuturnya.
Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional dapat memperkuat komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang semakin humanis dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
Baca Juga:Poliklinik Lapas Garut Raih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan20 Pengedar Narkoba di Garut Ditangkap dalam Kurun Waktu Dua Bulan
“Jangan sampai peringatan ini berhenti sebagai kegiatan tahunan. Nilai-nilai perlindungan anak harus diwujudkan dalam pekerjaan sehari-hari, dalam pelayanan, pembinaan, maupun saat berinteraksi dengan keluarga warga binaan,” tegasnya. (*)
