GARUT – Serangan hama tikus terhadap lahan pertanian di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, semakin meluas. Diketahui, sejumlah petak tanaman padi di kawasan Peer, Desa Cibiuk Kidul, yang sebelumnya tidak terdampak kini mulai mengalami kerusakan.
Serangan tersebut membuat petani khawatir karena tanaman padi yang dirusak telah mendekati masa berbuah.
“Para petani dan pemilik sawah di Peer semula merasa lega karena tanaman padi luput dari serangan hama tikus. Sekarang ternyata, serangan hama tikus merangsek ke sawah di Peer dan blok lainnya di Cibiuk Kaler,” kata Aceng, petani asal Cibiuk Kidul, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga:Kolaborasi Alfamart dan Nestlé Indonesia Perkuat Layanan Posyandu, Sasar Ribuan Ibu dan Anak di Berbagai DaeraSafari Literasi di Sumedang Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Hadapi Tantangan Era Digital
Menurut Aceng, tikus tidak terlihat ketika petani memeriksa sawah pada siang hari. Hewan pengerat tersebut diduga merusak tanaman pada malam hari. Suaranya bahkan kerap terdengar oleh warga yang rumahnya berdekatan dengan area persawahan.
Para petani telah melakukan berbagai upaya pengendalian, mulai dari memasang racun hingga mengasapi lubang persembunyian tikus. Namun, langkah tersebut belum mampu menghentikan serangan yang semakin meluas.
Sebelumnya, hama tikus juga merusak tanaman padi di kawasan Cirelang, Umbul, dan wilayah sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan sejumlah petani gagal panen dan mengalami kerugian cukup besar.
Petani lainnya, Soma, mengatakan serangan hama tikus telah terjadi selama dua musim tanam berturut-turut. Selain merusak tanaman padi, tikus mulai menyerang komoditas pertanian lainnya.
Tak hanya jagung, tanaman singkong milik warga juga mulai menjadi sasaran serangan hama tikus. Petani berharap pemerintah dan instansi terkait segera membantu melakukan pengendalian agar kerusakan tidak semakin luas. (Pepen Apendi)
