GARUT – Harga daging ayam dan telur di tingkat pedagang warung di Kabupaten Garut mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Penurunan harga disebut telah terjadi sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki masa libur sementara.
Jajang, pedagang ayam dan telur di Kecamatan Karangpawitan yang telah berjualan sejak 2007, mengatakan harga daging ayam sebelumnya sempat mencapai Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Kini, harganya turun menjadi Rp28.000 per kilogram.
“Sekarang sudah seminggu lebih harganya di Rp28 ribu per kilogram. Sebelum MBG berhenti juga memang sudah mulai turun, sempat di Rp30 ribu per kilogram, sekarang makin turun lagi jadi Rp28 ribu,” katanya, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga:Pelestarian Lingkungan untuk Ketahanan EnergiDPMD Klaim Garut Bebas Desa Tertinggal, Monitoring dan Evaluasi Terus Diperketat
Penurunan juga menurut Jajang terjadi pada harga telur. Sebelumnya, telur dijual dengan harga sekitar Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Saat ini, harga di tingkat pedagang berkisar antara Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
“Sekarang harga telur di pedagang sekitar Rp26 ribu sampai Rp27 ribu per kilogram, sementara dari bandar harganya Rp24 ribu. Memang sebelum MBG libur juga harganya sudah mulai turun,” ucapnya.
Jajang menegaskan bahwa penurunan harga kedua komoditas tersebut tidak hanya terjadi setelah program MBG memasuki masa libur, tetapi telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya.
Meski harga turun, aktivitas penjualan di warungnya masih berjalan normal. Setiap hari, Jajang mampu menjual sekitar 70 hingga 80 kilogram daging ayam serta 20 hingga 30 kilogram telur.
Untuk memenuhi kebutuhan stok, ia memperoleh pasokan ayam secara langsung dari bandar di wilayah Cimaragas, Kecamatan Cilawu.
“Kalau saya setiap hari dipasok ke sini. Pemasoknya dari Cilawu. Jadi, laku atau tidak laku sudah menjadi risiko,” pungkasnya. (Muhammad Rizki)
