Mahasiswa Turun Ke Jalan Hari Ini, Sampaikan 5 Tuntutan

(Disways)
BEM UI turun ke jalan, tuntut 5 poin pemerintahan Prabowo (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Suasana politik Indonesia kembali memanas. Hari ini Jumat, 12 Juni 2026, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), akan menggelar demonstrasi besar-besaran di Kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Barat pukul 10.00 WIB

Aksi ini menjadi bentuk ekspresi kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai gagal merespons berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang semakin memberatkan rakyat.

Menurut Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, Ketua BEM Fakultas Hukum UI, demonstrasi ini lahir dari keprihatinan kolektif atas kondisi bangsa yang memprihatinkan. Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh kisaran Rp 17.984 per dolar AS, disertai lonjakan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), telah menjadi beban berat bagi masyarakat.

Baca Juga:Puluhan SPPG Mulai Berhenti Operasional Akibat Dana Belum CairBMKG Prediksi Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Kering dan Panjang

Harga Pertamax nonsubsidi, misalnya, melonjak drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter atau naik sekitar Rp 3.950 atau 32 persen hanya dalam waktu singkat. Meski rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat, hal itu dinilai tidak sebanding dengan dampak inflasi yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil.

“Memang rupiah dan IHSG sempat menguat, tetapi tidak sebanding dengan kenaikan harga bensin yang sangat tinggi,” ujar Rumi.

Ia menekankan bahwa masalah ini bukanlah isu sporadis, melainkan persoalan sistemik yang mengakar dalam tata kelola pemerintahan.

Lima Tuntutan Utama yang Disuarakan

Melalui serangkaian forum diskusi dan konsolidasi antar-BEM kampus, mahasiswa merumuskan lima tuntutan konkret yang akan disampaikan langsung kepada pemerintah:

1. Menghentikan pemborosan APBN

2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena kecacatan programnya.

4. Menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap tidak efektif dalam memberdayakan ekonomi rakyat di tingkat grassroots.

5. Menghentikan militerisme di ranah sipil serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Sympati Dimas Rafi’i menambahkan bahwa aksi ini merupakan hasil konsolidasi lintas kampus, termasuk BEM IPB University, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, serta kelompok masyarakat seperti Serikat Perempuan Indonesia (Seruni).

0 Komentar