RADARGARUT – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar terkait penghentian penyaluran dana untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir dari Disway, BGN menegaskan kabar tersebut merupakan hoaks dan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Lembaga itu memastikan pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia masih berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Terbukti Korupsi, Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun PenjaraKejari Garut Didemo Mahasiswa karena Terima Hibah Lebih dari 2 Miliar
Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi yang menyebut sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi menghentikan operasional apabila dana yang tersedia tidak mencukupi.
Menurut BGN, informasi tersebut bukan berasal dari kebijakan resmi lembaga sehingga tidak dapat dijadikan dasar oleh mitra dalam menjalankan program.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan hingga kini tidak ada arahan ataupun kebijakan resmi dari BGN untuk menghentikan operasional dapur MBG di berbagai daerah.
Ia memastikan program yang menjadi salah satu strategi nasional pemerintah tersebut tetap berjalan dan terus memberikan layanan kepada para penerima manfaat.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional,” ujar Nanik di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Nanik mengakui bahwa dalam pelaksanaan program terdapat dinamika administratif, termasuk dalam proses pencairan anggaran.
Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk melanjutkan Program MBG yang saat ini terus diperluas cakupannya ke berbagai wilayah.
Baca Juga:Camat Banjarwangi Selamat dari Serangan Jantung Berkat Program JKNDiharapkan Dongkrak PAD, Disparbud Garut Percepat Penerapan Sistem E-ticketing
BGN juga mengingatkan seluruh mitra pelaksana, yayasan, pengelola SPPG, pemasok, serta masyarakat agar hanya merujuk pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BGN.
Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas atau tidak dapat diverifikasi.
“Apabila terdapat kendala di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional,” tegas Nanik.
Lebih lanjut, Nanik mengatakan koordinasi antara BGN, mitra pelaksana, serta berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan guna memastikan distribusi Program MBG berjalan lancar, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
