Manfaatkan Lahan Sempit, Rutan Garut Panen Kangkung Hasil Budidaya Warga Binaan

istimewa
Manfaatkan Lahan Sempit, Rutan Garut Panen 4 Kilogram Kangkung Hasil Budidaya Warga Binaan
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan rutan. Kali ini, Rutan Garut berhasil memanen kangkung yang ditanam dan dirawat oleh warga binaan di area brandgang.

Kegiatan panen tersebut melibatkan Kasubsi Pelayanan Tahanan bersama jajaran staf pelayanan tahanan serta warga binaan yang selama ini aktif dalam proses budidaya tanaman. Meski berada di lingkungan rutan dengan keterbatasan lahan, program pertanian sederhana tersebut mampu menghasilkan panen yang bermanfaat sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa area brandgang yang biasanya hanya berfungsi sebagai jalur pengamanan di sekitar blok hunian kini disulap menjadi lahan produktif.

Baca Juga:Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Samarang Naik ke Tahap PenyidikanSehari Setelah Dicopot Prabowo, Kantor BGN Digeledah Kejagung?

“Berbagai tanaman sayuran ditanam dan dirawat secara rutin oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas, salah satunya kangkung yang berhasil dipanen pada kesempatan kali ini,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Rutan Garut. Selain bertujuan mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Selama proses budidaya, warga binaan dilibatkan mulai dari pengolahan media tanam, penyemaian, perawatan, hingga proses panen. Melalui kegiatan tersebut, mereka tidak hanya belajar teknik bercocok tanam, tetapi juga dilatih untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama,” jelas ismail.

Ismail mengatakan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru dengan kondisi yang ada, pihaknya berupaya mencari berbagai cara agar setiap sudut lingkungan rutan dapat memberikan manfaat.

“Meski area yang tersedia terbatas, kami berupaya memaksimalkan setiap ruang yang ada agar tetap produktif dan bermanfaat. Program ini tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk belajar keterampilan dan membangun karakter yang lebih baik,” katanya.

Menurut Ismail, keberhasilan panen kangkung tersebut bukan semata-mata dilihat dari jumlah hasil yang diperoleh, melainkan dari proses pembinaan yang berlangsung selama kegiatan budidaya. Ia menilai keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku dan pola pikir mereka.

0 Komentar