RADARGARUT – Gunung Bromo kembali menjadi saksi duka. Baru-baru ini, kawasan wisata andalan Jawa Timur ini dikejutkan oleh kecelakaan tragis yang menewaskan dua orang dalam sekejap.
Mobil jeep wisata yang membawa rombongan wisatawan asal Semarang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 29 Mei 2026 sore.
Menurut keterangan Kasubsi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, kendaraan tersebut mengangkut satu sopir dan tiga wisatawan.
Baca Juga:Jadwal Lengkap Siaran Piala Dunia 2026Xiaomi 17T Pro: Monster Baterai 7000mAh yang Siap Jadi Raja Mid-Range!
Diduga akibat rem blong, jip kehilangan kendali saat melintasi tikungan tajam khas Letter S yang terkenal curam dan berbahaya. Kendaraan akhirnya menabrak tebing dengan keras sebelum terhenti dalam kondisi rusak berat.
Dua korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Korban pertama adalah sopir jip bernama Muhammad Sonif (53) asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Korban kedua merupakan salah satu wisatawan asal Semarang. Sementara itu, dua wisatawan lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapat pertolongan medis. Polisi masih merahasiakan identitas lengkap para wisatawan tersebut demi menghormati keluarga.
Jalan Letter S memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di kawasan Bromo. Jalur ini memiliki kemiringan ekstrem, tikungan S yang tajam, serta sering diselimuti kabut tebal yang mengurangi visibilitas.
Banyak wisatawan yang tidak menyadari risiko tersebut, terutama saat musim liburan atau akhir pekan seperti saat kejadian ini terjadi.
Kecelakaan ini bukan yang pertama kali. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 22 Mei 2026, seorang wisatawan asal Korea Selatan juga tewas di lokasi yang hampir sama.
Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keselamatan transportasi wisata di Bromo. Banyak pihak menyoroti kondisi jip wisata yang sering kali sudah tua, minim perawatan, serta kurangnya standar keselamatan yang ketat.
Baca Juga:1 Juni Ternyata Tanggal Merah: Ini MaknanyaGarut Sukses Raih Posisi Kedua Sapi Potong Terbanyak Jabar 2025
Polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.
Pemeriksaan terhadap kondisi rem, kecepatan kendaraan, serta faktor cuaca dan beban penumpang menjadi fokus utama penyidikan.
Polres Pasuruan juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat untuk mengevaluasi izin operasional jip wisata di kawasan tersebut.
