Distribusi Gas Melon Alami Pergeseran Jadwal Pengiriman Jelang Idul Adha

(Ale/Radar Garut)
Salah satu warung pengecer Gas LPG 3 Kilo di Garut
0 Komentar

GARUT – Menjelang hari raya Iduladha 2026/1447 Hijriah distribusi Elpiji atau gas 3 kilogram akan mengalami keterlambatan pengiriman di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi.

Ia memastikan, bahwa kondisi keterlambatan pengiriman bukan dikategorikan sebagai kelangkaan gas 3 kilogram.

Baca Juga:GIKF 2026 Digelar Di Cisurupan Non APBD, Disparbud Garut Gencar Cari Bantuan AnggaranFaktor Ekonomi dan Akses Pendidikan Picu Ribuan Anak Putus Sekolah, Disdik Garut Lakukan Verifikasi Data

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kelangkaan gas secara masif di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul adha.

“Kalau kelangkaan, kami belum mendapatkan informasi yang cukup masif. Memang ada di beberapa tempat, tetapi itu sifatnya kasuistis,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa kendala yang terjadi lebih disebabkan adanya perubahan jadwal distribusi dari pihak pengiriman.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang biasanya mendapatkan pasokan gas pada pagi atau siang hari, harus menunggu hingga malam hari.

“Kasuistis itu jadi bukan berarti langka cuman ada kendala di pengiriman. Jadi ada perubahan jadwal yang biasanya dikirim pagi atau siang, ini jadi malam hari,” tegasnya.

Ridwan menjelaskan, seringkali perubahan waktu distribusi itu kemudian memunculkan anggapan di masyarakat seolah-olah terjadi kelangkaan gas. Padahal, stok masih tersedia dan distribusi tetap berjalan.

“Masyarakat yang biasanya bisa mengambil gas pada jam tertentu jadi harus menunggu atau menggeser waktu. Itu dianggap semacam langka, padahal bukan langka, hanya bergeser waktu,” jelasnya.

Baca Juga:Kunjungan Wisata di Garut Meningkat Saat Libur Panjang Mei 2026, PAD Capai 48 PersenPKL Dinilai Picu Macet, Penataan Kawasan Pemda Garut Didukung Warga

Meski begitu, pihaknya memastikan bahwa kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan kekosangan pasokan dalam waktu lama.

“Ya tetap aman, ini hanya bergeser waktu saja tapi itupun tidak sampai tertunda 2 atau 3 hari, tidak seperti itu,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar