GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Ketahanan Pangan, terus berupaya mempersiapkan stok bahan pangan jelang Idul Adha 1447 H atau tahun 2026 M.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Garut, Yani Yuliani, mengatakan bahwa pihaknya bersama beberapa SKPD terkait dan Intansi vertikal seperti Bulog, dan pelaku usaha mencoba bersinergi untuk mempersiapkan pangan.
“Juga dengan pelum bulog dan dinas-dinas terkait yang memang mempunyai kelompok binaan,” ujarnya saat diwawancarai seusai Gelar Pangan Murah (GPM) di Kantor DKP Garut, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga:Status Tanggap Darurat Bencana di Garut Diperpanjang, Penanganan Bencana Baru Rampung 70 PersenDistribusi Gas Melon Alami Pergeseran Jadwal Pengiriman Jelang Idul Adha
Ia menyebutkan, GPM ini salah satu upaya untuk memutuskan mata rantai pasok, sehingga pada saat DKP menyiapkan pangan langsung dari petani atau pelaku usaha harga tidak terlalu tinggi.
“Jadi artinya para produsen ini juga bisa mendapat keuntungan, konsumen juga tidak terlalu mahal mengakses pangan,” sebutnya.
Yani menegaskan, jelang Idul Adha nanti stok pangan di Kabupaten Garut tergolong aman. “Insya Allah kalau untuk ketersediaan pangan kita masih mencukupi untuk Kabupaten Garut,” tegasnya.
Ia menambahkan, untuk bahan pangan yang biasanya banyak diminati masyarakat ialah minyak goreng, dikarenakan kebutuhan sangat meningkat.
Sehingga, pihaknya bersama Bupati Garut terus menggencarkan program yang membantu para pelaku usaha pangan, seperti membantu mempromosikan dan pemasaran.
“Insya Allah kita akan tindak lanjut arahan Pak Bupati, dan juga komoditi pangan pokok, terutama ini minyak goreng, yang saat ini juga saya kira kita siapkan dengan harga yang terjangkau di bawah pasar,” katanya.
Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, merasa tertarik dengan pengolahan, dan dinilai petani sekarang sudah maju, bukan hanya menjual beberapa komoditi.
Baca Juga:Atap GOR Di Pasirwangi Garut Hangus TerbakarDiharapkan Dongkrak PAD, Disparbud Garut Percepat Penerapan Sistem E-ticketing
“Saya lihat ada beberapa pertanian yang sudah maju, bukan hanya sekedar menjual komoditi, tapi juga perlu pengolahan, ada bawang, ada minyak bawang, juga ada tadi ada cabai dan lain-lain,” ucap Syakur.
Disamping itu, kata Syakur, pihaknya akan mengajak Korwil MBG kedepan untuk mengupayakan penyerapan produk lokal lebih baik lagi.
“Sesuai dengan tentuan, yang pasti bahwa kita berharap semuanya diuntungkan yang pertama juga tadi para pelaku usaha ini,” ungkapnya.
