Menurutnya, masyarakat tidak boleh dipersulit ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, terlebih bagi warga kurang mampu yang sangat bergantung pada layanan kesehatan pemerintah.
“Kami juga ingin memastikan pelayanan kesehatan di masyarakat sudah berjalan sebagaimana mestinya. Jangan sampai masyarakat kesulitan ketika berobat atau mendapatkan pelayanan yang seharusnya menjadi hak mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai masukan masyarakat terkait pelayanan kesehatan akan menjadi bahan evaluasi dan perjuangan dirinya di DPRD agar pelayanan publik semakin baik ke depannya.
Baca Juga:PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Longsor dan Puting Beliung di Garut dan SumedangIde Kreatif untuk Pemasyarakatan, Peserta Program Magang Nasional Kemnaker Paparkan Inovasi di Rutan Garut
“Keluhan masyarakat soal pelayanan kesehatan ini tentu akan kami tampung dan perjuangkan. Karena tugas kami di DPRD bukan hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengawal agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan maksimal,” tambahnya.
Dalam suasana dialogis tersebut, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, pelayanan administrasi, hingga akses kesehatan bagi warga kurang mampu.
Mira berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda formal semata, tetapi benar-benar menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.
“Reses ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momen bagi kami untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Dari sini kami bisa mengetahui persoalan riil yang harus diperjuangkan,” pungkasnya. (*)
