RADARGARUT– Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut momen istimewa di awal bulan Dzulhijjah 1447 H. Berdasarkan hasil sidang isbat, 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Ini menjadi saat yang tepat untuk memperbanyak amalan sunnah, termasuk puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah yang dimulai besok. Puasa-puasa ini menawarkan pahala luar biasa, bahkan setara dengan ibadah setahun penuh.
Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu bulan haram (asyhur al-hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini identik dengan ibadah haji dan Hari Raya Iduladha.
Baca Juga:Ekonom CELIOS Bantah Prabowo, Pelemahan Rupiah Dinilai Tetap Hantam Warga DesaPrabowo Tanggapi Rupiah Melemah: "Rakyat di Desa Enggak Pakai Dollar Kok!"
Selain menyembelih hewan kurban, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa, dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan silaturahmi. Puasa sunnah di sembilan hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan istimewa, terutama bagi yang tidak sedang menunaikan haji.
Jadwal dan Ketentuan Puasa Dzulhijjah
Puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Khusus tanggal 1sampai 7 Dzulhijjah, puasa dianjurkan bagi semua umat Islam, baik yang sedang haji maupun tidak.
Namun, pada tanggal 8 (Hari Tarwiyah) dan 9 (Hari Arafah), puasa lebih dianjurkan bagi yang tidak berhaji. Bagi jamaah haji, berpuasa pada dua hari tersebut dianggap makruh atau khilaf al-aula (menyalahi yang lebih utama) karena lebih baik memperbanyak doa dan dzikir di Arafah.
Puasa Tarwiyah jatuh pada 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah).
Puasa Arafah jatuh pada 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah).
Iduladha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.
Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sama seperti puasa wajib lainnya. Hindari segala yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri.
Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Niat puasa sunnah sebaiknya dilakukan pada malam hari, mulai terbenam matahari hingga sebelum fajar. Namun, karena bersifat sunnah, boleh diniatkan di siang hari sebelum tergelincir matahari (sebelum zuhur), selama belum ada yang membatalkan puasa.
1. Niat Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (25 Mei 2026):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Baca Juga:BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir Di Beberapa Bagian IndonesiaHeboh Fotokopi e-KTP Bisa Berujung Penjara, Dukcapil Akhirnya Buka Suara!
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
