RADARGARUT– Pada Senin, 11 Mei 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan tajam. Harga emas Antam per gram turun Rp20.000 menjadi Rp2.819.000 (harga dasar).
Penurunan ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam beberapa waktu terakhir.Untuk konteks, pada Jumat, 9 Mei 2026, harga emas Antam berada di level Rp2.839.000 per gram. Gerakan harga yang volatile ini mencerminkan dinamika pasar emas global yang masih dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS, kebijakan suku bunga bank sentral, serta sentimen geopolitik.
Sepanjang tahun 2026, harga emas Antam tetap mencatatkan kenaikan sekitar 14% sejak awal tahun. Pada 1 Januari 2026, harga berada di kisaran Rp2.488.000 per gram, sementara rekor tertinggi terjadi pada akhir Januari dengan menyentuh Rp3.168.000 per gram.
Baca Juga:Huawei Watch Fit 5: Smartwatch Terbaru Dengan Fitur Deteksi Diabetes Dini7 Kebiasaan Remeh Sehari-Hari Ini Terbukti Cegah Sel Kanker!
Daftar Harga Emas Antam Resmi Logam Mulia per Senin, 11 Mei 2026(Harga di-update pukul 08.30 WIB – Sumber: logammulia.com)0,5 gram : Rp1.459.5001 gram : Rp2.819.0002 gram : Rp5.578.0003 gram : Rp8.342.0005 gram : Rp13.870.00010 gram : Rp27.685.00025 gram : Rp69.087.00050 gram : Rp138.095.000
Harga di atas adalah harga dasar. Harga dengan PPh 0,25% biasanya sedikit lebih tinggi (bisa ditambahkan sekitar 0,25% dari harga dasar saat pembelian).
Harga buyback (pembelian kembali) emas Antam juga turun Rp18.000 menjadi Rp2.626.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback mencerminkan biaya produksi, sertifikasi, serta margin distributor.
Transaksi penjualan emas Antam dikenakan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% (pemegang NPWP) atau 3% (non-NPWP) yang dipotong langsung dari nilai buyback.
Faktor Penyebab dan Prospek Investasi
Penurunan harga ini sejalan dengan pergerakan emas dunia. Meski demikian, emas tetap menjadi aset safe haven favorit di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan pelemahan rupiah.
Bagi investor ritel Indonesia, emas Antam tetap populer berkat likuiditas tinggi, kemurnian 999,9, serta jaminan keaslian dari Logam Mulia. Banyak yang memanfaatkan momen penurunan harga untuk melakukan akumulasi bertahap atau dollar cost averaging.
Rekomendasi Investor
Para analis menyarankan agar tidak panik menjual saat harga koreksi. Penurunan tajam ini justru bisa menjadi peluang masuk bagi investor jangka panjang. Tetap pantau perkembangan makroekonomi global dan diversifikasi portofolio Anda.
