Pada April-Mei 2026, harga minyak global memang mengalami tekanan akibat berbagai faktor geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah. Hal ini berdampak pada harga BBM nonsubsidi Pertamina lainnya, seperti Pertamax Turbo yang sempat naik ke Rp19.900 per liter. Sementara Pertalite tetap dijaga stabil berkat intervensi subsidi.
Implikasi Ekonomi dan Sosial
Kebijakan ini memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, subsidi Pertalite membantu meringankan beban masyarakat kecil dan menengah, serta mendukung UMKM yang bergantung pada transportasi murah.
Di sisi lain, beban subsidi yang besar memengaruhi APBN dan berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk belanja produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Baca Juga:Menelusuri Sejarah Garut Lewat Hotel Villa Dolce: Lokasi Pembunuhan Istri Konsulat Spanyol 1925Cara Cek Bansos Lewat HP: Cukup Pakai NIK!
Di tengah tantangan global seperti ketidakpastian harga minyak dan target net zero emission, Indonesia perlu menyeimbangkan antara keterjangkauan energi bagi rakyat dan keberlanjutan fiskal negara.
Polemik Rp16.000 per liter Pertalite tanpa subsidi bukan hanya soal angka di struk, melainkan cerminan kompleksitas pengelolaan energi nasional yang terus menjadi perhatian publik.(*)
