Banyak Infrastruktur Sekolah Terdampak Bencana, Disdik Garut Lakukan Inventarisasi

Radar Garut
Atap SDN 1 Najaten Cibalong Garut Ambruk (istimewa)
0 Komentar

GARUT – Intensitas hujan tinggi yang melanda Kabupaten Garut dalam beberapa waktu terakhir memicu terjadinya sejumlah bencana alam.

Kondisi ini turut berdampak pada infrastruktur sekolah, khususnya di wilayah rawan bencana.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut pun bergerak cepat dengan melakukan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah yang berpotensi terdampak, sekaligus melakukan langkah mitigasi awal demi menjaga keselamatan siswa.Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Garut, Ai Sadidah, mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan aspek keselamatan dalam setiap penanganan.

Baca Juga:Lapas Garut Musnahkan Barang Terlarang Hasil Penggeledahan, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan PenipuanBukan Sekadar Dapur, Lapas Garut Buktikan Kualitas hingga Raih Penghargaan Tingkat Nasional

“Jika lokasi sekolah berada di wilayah rawan bencana, maka memungkinkan untuk dilakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama,” ujarnya saat dikonfirmasi di SOR Adiwijaya Garut, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar akibat bencana terbaru. Namun, Disdik tetap melakukan langkah antisipatif, terutama di wilayah Garut Selatan yang dikenal rawan bencana.

“Kita antisipasi di beberapa wilayah seperti Cibalong dan Mekarmukti. Di sana ada pergeseran tanah, sehingga kita dorong relokasi sekolah sebagai solusi jangka panjang,” jelasnya.

Menurut Ai, proses inventarisasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, mengingat kondisi geografis Garut yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

“Data terus kita perbarui karena laporan masih masuk setiap hari. Setiap laporan kita tindaklanjuti untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan aman,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dampak bencana bersifat sporadis dan tersebar di berbagai wilayah. Bahkan, hampir di setiap kecamatan ditemukan potensi kerusakan, meski tidak dalam skala besar.

“Hampir di setiap kecamatan ada laporan. Contohnya di Samarang, ada atap sekolah yang rusak akibat pergerakan tanah,” ungkapnya.

Baca Juga:Rumah Sakit di Garut Kekurangan 1.600 Bed, Jauh dari Standar Ideal WHOSepekan Terakhir, Lampu Merah di Dua Titik Lokasi Alami Gangguan Masih Belum Diperbaiki

Terkait perbaikan infrastruktur, Disdik Garut menyelaraskan program dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dalam program revitalisasi sekolah.

“Kita mengikuti prioritas kementerian, terutama revitalisasi sekolah. Beberapa sekolah terdampak bencana juga sudah kita ajukan untuk mendapatkan bantuan,” jelas Ai.

Selain itu, perbaikan juga didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut, meskipun jumlahnya terbatas.

0 Komentar