GARUT — Produksi jagung untuk pakan ternak perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan guna menopang sektor peternakan dan perikanan, terutama di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong peningkatan kebutuhan sumber protein hewani.
Jagung menjadi komoditas vital karena merupakan bahan pakan utama bagi ternak maupun sektor perikanan. Tingginya produksi jagung di tingkat nasional dinilai menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan kedua sektor tersebut.
Hal tersebut diutarakan oleh Satian, Koordinator Penanaman Jagung di BUMDes Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Baca Juga:SPPG MBG di Garut Tak Berdayakan BUMDes, Bermain Sendiri di Pengadaan Barang, Disarankan DitutupTak Sekadar Aktivitas Fisik, Syakur Sebut Olahraga Kunci Pembangunan Garut
“Di tengah upaya pemerintah mendorong produksi ternak dan juga perikanan, ada hal yang tidak boleh dilupakan yaitu produksi jagung. Jagung adalah pakan utama dari ternak dan juga perikanan,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah program MBG, Indonesia dituntut untuk mampu menyediakan pasokan protein hewani dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada meningkatnya kebutuhan pakan, khususnya jagung sebagai komponen utama.
Terlebih lagi di tengah program makan bergizi gratis (MBG), tentunya Indonesia harus kuat dalam menyediakan sumber protein dari ternak dan perikanan.
Tingginya kebutuhan terhadap ternak ini harus juga ditopang oleh tingginya produksi jagung.
Satian mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontribusi produksi jagung nasional melalui kegiatan yang dijalankan di tingkat desa. Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Garut merupakan salah satu produsen jagung terbesar di Jawa Barat.
“Kita sangat gembira dan bangga bisa berkontribusi menjadi bagian dari program pemerintah ini,” ujarnya.
Baca Juga:KONI Garut Bidik 10 Besar Porprov Jabar 2026, Siapkan 900 AtletPolsek Banyuresmi Garut Tertibkan Lagi Pelajar Bolos Sekolah
Sebagai bentuk komitmen, BUMDes Bangkit Mekarsari terus menjalankan program penanaman jagung sebagai salah satu unit usaha unggulan desa.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pihak kepolisian, yakni Polsek Bayongbong, sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan.
Namun demikian, Satian menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
Salah satu kebutuhan mendesak yang dihadapi petani adalah ketersediaan air, khususnya saat musim kemarau.
“Karena kita ini menanam di tanah tadah hujan, jika menghadapi kemarau kita akan kesulitan untuk mendapatkan air,” ujarnya.
