GARUT – Kehadiran Syekh Anas Jaber di Masjid Hidayatul Muchtar, Kampung Tagog, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, disambut antusias warga, pada Senin (20/4/2026).
Ceramah tersebut digelar atas undangan Ketua DKM, Uleh Abdul Rizal, dalam rangka kegiatan halal bihalal.Acara pengajian ini dihadiri ratusan mustami dari berbagai kalangan. Selain masyarakat umum, tampak hadir pula unsur Forkopimcam, perangkat desa, alim ulama, serta tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran jamaah yang membludak menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengikuti kajian yang disampaikan oleh pendakwah tersebut.
Baca Juga:PAC Pemuda Muslimin Garut Dorong Transparansi Pemekaran DesaProduksi Gabah di Garut Ditargetkan 631 Ribu Ton, Meski Ancaman Kemarau Mengintai Sektor Pertanian
Mugni (64), salah seorang warga yang turut hadir, menyebutkan bahwa ceramah yang disampaikan merupakan bagian dari momentum halal bihalal. Ia menjelaskan bahwa materi yang dibahas berkaitan dengan kajian khusus dalam suasana saling memaafkan pasca Hari Raya.
“Ceramah Seikh Anas Jaber di Hidayatul Muchtar terbuka untuk umum. Siapapun dapat menghadirinya, ” ungkap Mugni.Hal senada disampaikan Abah Rudi, warga lainnya, yang menuturkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Bahkan, kapasitas masjid tidak mampu menampung seluruh jamaah yang datang.Sebagian mustami terpaksa menggelar karpet di halaman masjid agar tetap dapat mengikuti jalannya ceramah. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kekhusyukan jamaah dalam menyimak tausiyah yang disampaikan.
Dalam ceramahnya, Syekh Anas Jaber mengingatkan para mustami tentang pentingnya bersahabat dengan orang-orang baik. Menurutnya, lingkungan pergaulan yang baik akan membawa dampak positif, termasuk dalam penyebaran ilmu yang bermanfaat bagi umat.
Para jamaah sempat terperanjat saat mendengar bahwa durasi ceramah biasanya berlangsung antara dua hingga empat jam. Namun, pada kesempatan tersebut, ceramah berlangsung kurang dari dua jam.(Pepen Apendi)
