BANDUNG – Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengambil langkah tegas menyusul insiden penyerahan bayi kepada orang tak dikenal yang sempat menghebohkan publik. Seorang perawat yang bertugas saat kejadian tersebut kini dinonaktifkan sementara dari jabatannya.
Dilansir dari disway.id, kebijakan itu dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama RSHS, dr. H. Rachim Dinata Marsidi. Ia menyebut penonaktifan dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi internal terhadap dugaan kelalaian dalam prosedur pelayanan dan keamanan pasien.
“Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah nonaktifkan yang bersangkutan,” ujar Rachim dengan tegas.
Baca Juga:Santri Berpeluang Diprioritaskan Masuk jadi Anggota TNITouring Sambil Berbagi, Lapas Garut Gelar Baksos di Pangalengan Bandung
Langkah tersebut diambil setelah mencuatnya kasus yang menimpa bayi milik Nina Saleha, yang diduga sempat diserahkan kepada pihak yang tidak dikenal. Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik terhadap sistem keamanan di rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat tersebut.
RSHS juga telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari upaya evaluasi menyeluruh. Manajemen menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem pelayanan, khususnya terkait perlindungan pasien rentan seperti bayi.
Meski demikian, langkah penonaktifan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah kebijakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab nyata atau sekadar upaya meredam situasi.
Sebelumnya, pihak rumah sakit sempat menyampaikan bahwa persoalan dengan keluarga korban telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan hal berbeda.
Nina Saleha, ibu dari bayi tersebut, tetap melanjutkan kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkan dugaan percobaan penculikan ke Polda Jawa Barat.
Pihak rumah sakit menegaskan akan bersikap terbuka dalam proses penanganan kasus ini serta siap menerima arahan dari otoritas terkait.
“Kami sangat terbuka untuk arahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit,” tutur Rachim.
Baca Juga:Cegah Penyebaran Campak, Imunisasi Digelar di Sindang Rahayu LeuwigoongSaat Petugas Bapenda Jemput Bola Datangi Rumah Warga untuk Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung, sementara publik menantikan kejelasan lebih lanjut terkait tanggung jawab serta langkah perbaikan sistem keamanan di lingkungan rumah sakit. (dis)
