GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut telah menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi para ASN pada hari Jumat, sesuai instruksi dari Presiden Prabowo guna meminimalisir penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), dampak dari konflik wilayah Timur Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I Anggota DPRD Garut, Rini Sri Rahayu, menyampaikan selaku ketua komisi I berharap agar konflik di Timur Tengah yang masih terjadi segera selesai.
Rini mengatakan, agar masyarakat Garut tidak merasakan dampak secara berkelanjutan dan ASN pun tidak diberlakukan WFH.
Baca Juga:Triwulan Pertama 2026, Angka Kecelakaan di Garut MenurunRencana Kampung Haji Indonesia di Makkah Mulai Dibangun Tahun Ini
“Sehingga kepada perekonomian atau kinerja masyarakat Indonesia khususnya di Garut tidak terdampak kembali lagi seperti biasa tidak diberlakukan WFH,” katanya.
Menurutnya, para ASN yang bertugas sebagai pelayanan sebaiknya tidak diberlakukan WFH, karena tidak akan efektif.
“Tapi kalau yang sifatnya Seremonial bisa agak ditunda pekerjaannya, mungkin karena efisien itu, karena ini keputusan kebijakan negara, kita kan di daerah mengikuti saja,” ucapnya.
Ia menekankan, bahwa WFH ini tetap bekerja dirumah, mengerjakan tugas kantor dirumah, artinya bukan berarti bebas beraktivitas kemanapun.
“Ya mudah-mudahan WFH ini bisa efektif walaupun misalnya kerja di rumah gitu. Jadi di WFH bukan berarti bebas kemana-mana begitu ya tidak mengerjakan tugasnya di rumah. Tetap bekerja di rumah kalau menurut pandangan saya,” katanya.
Rini menegaskan, bahwa WFH ini bukan libur seperti Sabtu-Minggu, dan biasanya WFH ini akan berdampak pada pelayanan secara tatap muka atau offline.
“Biasanya kalau sekedar administrasi itu kan bisa di rumah, namun kalau yang sifatnya harus pelayanan kan susah ya,” tegasnya.
Baca Juga:Penggalangan DSP di Madrasah Diperbolehkan, Kemenag Garut: Sesuai JuknisBaru 11 ribu Titik, Kebutuhan PJU di Garut Masih Jauh dari Ideal
Berbeda halnya dengan sekolah, kata dia, yang memang masuk sekolah hingga hari Jumat, dan berbeda juga dengan pada tahun 2020 hingga 2022 terjadi Covid-19 yang belajar dirumah atau online.
“Iya, kayak sekolah juga kan sampai Sabtu Minggu liburnya, hari Jumat biasa sekolah, seperti guru itu kan nggak WFH gitu kan. Kalau dulu ya memang lagi COVID itu karena situasi global itu penyakit gitu ya. Kalau ini mah efisien ekonomi gitu ya,” pungkasnya. (Rizka)
