“Tergantung dibalikin lagi korbannya kita, tapi secara angkanya belum ada. Untuk tahun ini ada deh kayaknya 3, kita udah P21 kemarin 2 LP, kita udah P21, terus yang sekarang mau maju 2, 2 LP. baru mau ya perkiraan berarti 4 perkara ya,” tambahnya.
Mengenai faktor penyebab kecelakaan, Ipda Marlina menyebut terdapat empat faktor utama, yaitu manusia, kendaraan, lingkungan, dan alam.“Nah faktor penyebab ini kan ada empat, ada faktor manusia, ada faktor alam kemudian kendaraannya dan lingkungan,” katanya.
Namun, berdasarkan data yang dihimpun, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di Garut. “Nah kalau misalkan di Kabupaten Garut itu berdasarkan data yang kita dapat
Baca Juga:Rencana Kampung Haji Indonesia di Makkah Mulai Dibangun Tahun IniPenggalangan DSP di Madrasah Diperbolehkan, Kemenag Garut: Sesuai Juknis
selama ini tuh memang kebanyakan dari faktor manusianya itu sendiri,” ujarnya.Ia mencontohkan faktor manusia seperti kelelahan, kurang istirahat, hingga pengaruh alkohol atau obat-obatan. “Nah faktor manusia bisa itu karena memang lelah, gitu kan tidak istirahat, memaksakan berkendara,” ungkapnya.
Selain itu, kondisi jalan juga menjadi salah satu faktor pendukung kecelakaan di beberapa titik rawan. “Untuk Kabupaten Garut itu ada di Limbangan dengan Sanding. Limbangan itu daerah yang turunan, kalau Sanding itu yang arah yang belokan itu yang belokan Ciruum,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi jalan yang baik justru dapat memicu pengendara melaju dengan kecepatan tinggi jika tidak berhati-hati.
“Nah kondisi jalan justru bagus, mungkin karena memang jalan bagus sehingga masyarakat mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi mungkin karena kurang konsentrasi juga ya mengakibatkan kecelakaan,” katanya.
Ipda Marlina menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus tetap menjadi prioritas utama.
“Ya memang harus hati-hati di jalan fokus berkendara itu ya untuk keselamatan itu terpentingnya utamakan selamatannya itu kita harus fokus konsentrasi dalam berkendara,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Satlantas Polres Garut terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam penanganan titik rawan kecelakaan.
Baca Juga:Baru 11 ribu Titik, Kebutuhan PJU di Garut Masih Jauh dari IdealLimbah Dapur MBG Awat Diantisipasi, Pengelola Bangun Bak Penampungan
“Apabila memang ada terjadi kecelakaan di suatu tempat itu kita suka berkoordinasi dengan PUPR, kemudian dengan Dinas Perhubungan,” ujarnya.
